Soetrisno Bachir Disomasi
Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Soetrisno Bachir, menyapa para kader dan simpatisan di Tumengguang Indoor Sport Hall, Batam, Minggu (16/3) lalu.
Sabtu, 28 Juni 2008 | 10:17 WIB

JAKARTA, SABTU  - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir disomasi oleh Masyarakat Hukum Indonesia (MHI) terkait penayangan iklan dirinya di sejumlah media cetak dan elektronik.
     
Salinan somasi bernomor 53/B/MHI/VI/2008 yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu (27/6), menyatakan penayangan iklan Soetrisno bertema "Hidup Adalah Perbuatan" menunjukkan ketidakpekaannya atas krisis yang sedang dialami sebagian besar warga Indonesia.

Somasi yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif MHI AH. Wakil Kamal itu menyatakan Soetrisno seharusnya menggunakan biaya produksi iklan yang mencapai sekira Rp300 miliar itu untuk kepentingan yang lebih berharga seperti kerja sosial yang konkret demi memberdayakan masyarakat.

"Saudara telah menghambur-hamburkan uang yang sangat besar itu hanya untuk kegenitan politik saudara semata," tegur Wakil Kamal kepada Sutrisno dalam somasi itu. MHI bahkan mempertanyakan asal dana untuk memproduksi iklan tersebut mengingat Soetrisno pernah mengalami masalah keuangan karena tersandung hutang Grup Ika Muda miliknya sebesar Rp780 miliar dan hutang Rp173 miliar terhadap Dirjen Piutang dan Lelang Negara.
     
Menurut MHI, adalah berbeda orang yang benar-benar tokoh tidak akan bertingkah seperti orang yang merasa tokoh atau orang yang menyatakan dirinya tokoh. "Jika saudara ingin menjadi tokoh nasional sejati bukan begitu caranya, seharusnya saudara meneladani Prof Dr Amien Rais yang telah bekerja keras dan berkontribusi konkret bagi upaya perubahan dan memajukan bangsa ini," kata Wakil Kamal dalam somasi itu.

Dalam somasi, MHI menuntut Soetrisno segera menghentikan iklan yang dianggap tidak mendidik dan tidak mencerdaskan itu. MHI juga minta pria asal Pekalongan, Jawa Tengah, itu untuk menjelaskan kepada publik asal dana yang digunakan untuk memproduksi iklan dirinya.
     
MHI melayangkan tembusan somasi itu antara lain kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ketua Umum Muhammadiyah, dan Ketua Umum Nahdlatul Ulama.


ABD
Sumber : Antara
Share on Facebook
Nilai 3.83 A A A
Ada 61 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Ngosan @ Jumat, 3 Oktober 2008 | 21:34 WIB
Mendingan dr detik pertama bapak bilang "Saya ingin jadi Presiden RI karena...." drpd tersamar tdk jelas dan malu-malu kucing! Kan jadi tdk mubazir duit iklan nya.
ron @ Selasa, 30 September 2008 | 09:17 WIB
selama dia masih mau dan mampu utk menolong orang2 minoritas yang selama ini ditindas, disiksa dan bahkan dianiaya biarlah tuhanlah yang akan menolong dia utk memimpin bangsa ini dari kesalahan2 yang selama ini sama sekali tidak ada perhatian yg serius dari pemerintah yang ada sekarang ini.
anton @ Kamis, 25 September 2008 | 22:19 WIB
BENER..........dia kan lagi mempraktekkan slogannya. HIDUP ADALAH PERBUATAN...... Lha wong menghambur-hamburkan uang juga perbuatan, bohong juga perbuatan, KORUPSI JUGA PERBUATAN.
hantu @ Selasa, 23 September 2008 | 20:32 WIB
hidup adalah kerja keras mencari kesalahan orang lain...
happy @ Selasa, 23 September 2008 | 20:31 WIB
hidup adalah saling mencari kesalahan...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1