Sharp Bangun PLTS Terbesar 28 MW
Rancangan PLTS 28 MW yang akan dibangun Sharp dan Kansai Electrik di Sakai, Osaka, Jepang berada di atas tanah seluas 20 Ha.
Kamis, 26 Juni 2008 | 10:04 WIB

SAKAI, KAMIS - Perusahaan elektronika Jepang Sharp menggarkan investasi 5 miliar Yen untuk pembangunan kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa yang menghasilkan listrik hingga 28 MW (megawatt). Kompleks yang dibangun di lahan seluas 20 hektare dan memasok energi sebesar 11 juta kWh per tahun tersebut mungkin fasilitas pembangkit listrik tenaga surya yang terbesar di dunia.  

Kompleks mega PLTS itu akan dibangun di daerah pelabuhan Kota Sakai, Prefektur Osaka, Jepang mulai tahun 2009 dan diharapkan selasai tahun 2011. Pembangunannya dilakukan bekerja sama dengan Kansai Electric Power Co., Inc. (Kansai Electric) sementara sel surya dipasok dari pabrik Sharp. Sel surya yang dipakai adalah modul surya terbaru Sharp berupa thin-film silikon yang baru diproduksi Maret 2010.

Pembangkit listrik itu rencananya dibangun pada dua lokasi. Pembangkit pertama dibangun di kawasan bekas pembuangan limbah di distrik nomor 7-3, Sakai menghasilkan daya hingga 10 MW. Sementara kompleks fasilitas pembangkit kedua yang dipasang di gedung-gedung milik Sharp akan memasok 9 Mw pada tahap pertama dan maksimal 18 MW saat pembangunan selesai.

Seperti tenaga nuklir dan tenaga hidroelektrik, tenaga surya tidak menghasilkan karvbon dioksida selama proses pembangkitan tenaga listrik. Setelah selesai dan beroperasi, proyek ini akan menghasilkan pengurangan emisi karbon sekitar 10,000 ton setiap tahun.

Saat ini, Sharp telah mengoperasikan satu sistem pembangkit listrik tenaga surya sekitar 5 Mw di Pabrik Kameyama yang memproduksi panel LCD dan TV LCD. Dengan memasang sistem yang lebih besar, kompleks manufaktur di Sakai akan menjadi basis produksi canggih yang peduli lingkungan.

Langkah Sharp juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat yang berupaya mewujudkan satu kota metropolis yang rendah karbon. Mereka menyebut inisiatif lingkungan untuk mewujudkan Kota Sakai yang "Cool".


WAH
Share on Facebook
Nilai 7 A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
pri @ Senin, 4 Agustus 2008 | 09:13 WIB
kaya'ny indonesia ga bakalan punya PLTS dech, soalnya orang indonesia cuma bisa komentar
alexandra @ Selasa, 15 Juli 2008 | 15:23 WIB
PLN cb buka telinga, mata n pikiran biar ilmu yang diserap lebih banyak sehingga lbh innovatif. apa perlu ky pertukar pelajar gt. tp lwt internet, info dunia didepan mata kok.
Eric T. @ Kamis, 3 Juli 2008 | 13:01 WIB
Niat sich niat PLN, cuma sayang niat nya ngemplang melulu. Padahal potensi kita sebagai negara Chatulistiwa sangat besar untuk PLTS
aditya @ Kamis, 26 Juni 2008 | 11:20 WIB
kita juga bisa bikin, para engineering kita ok asal biayanya ngak dikorupsi sama pejabat
dhamaq @ Kamis, 26 Juni 2008 | 11:15 WIB
negara yang kaya tapi amat menyedihkan. Indonesiaku. sepanjang tahun kaya akan energi surya.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
45