Atasi Mual Muntah Saat Hamil
Rabu, 25 Juni 2008 | 18:00 WIB

MENGALAMI mual atau muntah pada awal-awal masa kehamilan adalah hal yang lumrah di antara calon ibu. Gejala yang juga disebut 'morning sickness' ini memang belum diketahui secara pasti penyebabnya oleh para ahli, tetapi kerap dihubungkan dengan beragam faktor seperti kenaikan berbagai hormon serta pengaruh psikologis.

"Secara medis keadaan ini dapat dihubungkan dengan beberapa hal seperti peningkatan hormon Human Chorionic Gonodotropin (hCG) secara cepat pada awal kehamilan seiring perkembangan plasenta. Kenaikan hormon estrogen dan progesteron pada awal kehamilan juga dinyatakan sebagai salah satu penyebab mual dan rasa ingin muntah dan indera pengecap dan penciuman menjadi lebih sensitif pada masa awal kehamilan," ungkap spesialis kebidanan dan kandungan dr Boy Abidin, SpOG, di Jakarta Rabu (25/6).

Mual dan muntah, lanjutnya, biasanya terjadi pada usia kehamilan minggu ke-6 hingga minggu 10 dimana kadar hCG melonjak drastis. Gejalanya beragam mulai dari yang ringan sampai dengan berat atau bahkan timbul komplikasi. Mual dan muntah ini  relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan menurunnya kadar hCG setelah usia kehamilan 12 minggu.

"Kalau mualnya hebat atau tak kunjung berkurang setelah melewati beberapa minggu, tentu harus ditangani dan diperiksa lebih lanjut apakah ada komplikasi.  Dokter akan mencari penyebab lain yang mengakibatkannya karena bisa jadi ada kelainan pada pankreas, empedu atau ginjal," terang Boy.

Supaya morning sickness ini tidak sampai mengganggu proses kehamilan dan pertumbuhan janin, sebenarnya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan para ibu hamil untuk meringankan gejalanya. Salah satunya adalah mengonsumsi vitamin B6 dan jahe.

"Vitamin B6 atau Pyridoxine dan jahe dengan kehangatannya yang memberikan rasa nyaman pada perut dapat mengurangi rasa mual dan muntah saat hamil. Rasa mual juga dapat dikurangi dengan konsumsi makanan mengandung karbohidrat tinggi yang sedikit-sedikit namun sering," tambahnya.

Berikut Tip atasi Mual dan Muntah :
1. Ngemil saat bangun tidur
2. Awali dengan kegiatan menyenangkan
3. Jangan biarkan perut dalam keadaan kosong. Makanlah dengan porsi sedikit tapi sering. Ini perlu karena peningkatan kadar asam lambung merupakan salah satu penyebab utama rasa mual .
4. Pilih makanan yang lebih mudah dicerna. Hindari makanan  pedas, bersantan dan asam karena memperberat lambung.
5. Buat variasi menu makanan supaya tak bosan.
6. Jangan kekurangan cairan.  Konsumsi makanan yang berkadar air tinggi, seperti sayuran dan buah-buahan
7. Konsumsi Vitamin B6, jahe dan madu.


AC
Share on Facebook
Nilai 5.33 A A A
Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
debby @ Selasa, 14 Oktober 2008 | 13:13 WIB
aku mualnya sepanjang hari.., jadi ga bisa makan apa apa.. badan udah kayak tengkorak.. cuma bisa makan singkong... tp skrg udah 2, 5 bulan.. mudah2xan ga lama lagi reda...., chayyo.. ^_^
maita_sarah @ Senin, 29 September 2008 | 15:12 WIB
maksih infonya. Tolong jika ada teman2 yang tahu tentang info keracunan kehamilan, bisa hubungi saya di maita_sarah@yahoo.co.id. Alhamdullilah saya sedang hamil, saya takut sekali terjadi keracunan kehamilan di trisemester ketiga ini. Maksih...........
rk @ Minggu, 29 Juni 2008 | 14:36 WIB
Thx infonya.... tidak semua mual itu di pagi hari (morning sickness), yg saya alami di siang hari - malam hari...
ib @ Jumat, 27 Juni 2008 | 23:41 WIB
src hindari menu yang mengandung garam
src @ Jumat, 27 Juni 2008 | 07:02 WIB
Wah, kalo saya berakhir tragis. Mual muntah dari bln k3 sampe 6 1/2 bln kehamilan, semakin berat. Sampe saya di-sesar karena keracunan kehamilan dan anak saya cuma hidup 1 jam. Saya kena Pre-Eklamsia Berat (PEB) dan Help Sindrome. Saya udah minum Jahe dan macem2 Vitamin dari Dokter (RS ternama) tapi nga ngaruh sama sekali. Sekarang masih proses hamil lagi.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
24