Ditabrak Mobil Patroli, Mahasiswa Pendemo Terpental 5 Meter
Artikel Terkait:
Selasa, 24 Juni 2008 | 17:37 WIB

JAKARTA, SENIN - Aksi demonstrasi para mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPR/MPR menimbulkan korban. Seorang mahasiswa asal Jambi yang ikut serta dalam aksi tersebut harus dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta dan tiba sekitar pukul 16.15 WIB, Selasa (24/6) setelah ditabrak mobil patroli kepolisian.

Kini Arpi, mahasiswa tersebut dirawat di Ruang UGD Rumah Sakit Jakarta. Dan hingga kini masih menjalani pemeriksaan. Iwan, rekan korban yang membawa korban ke Rumah Sakit Jakarta menuturkan, sebelum kejadian berlangsung para mahasiswa sedang merusak sebuah mobil patroli polisi di Jalan Gatot Subroto dari arah Slipi, tepatnya di bawah jembatan penyeberangan dekat Gedung DPR/MPR."Mahasiswa lagi nimpuk mobil polisi," cerita Iwan.

Melihat aksi kawan-kawannya tersebut, Arpi yang saat itu berada tak jauh dari lokasi kejadian mendekati mobil tersebut. Mahasiswa IAIN Jambi tersebut ingin bergabung bersama teman-temannya melampiaskan kemarahannya dengan merusak mobil tersebut. Tiba-tiba mobil patroli tersebut menabraknya dan ia terpental hingga 5 meter. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Jakarta oleh kedua temannya menggunakan Taksi.

Sangaji, rekan korban lain yang turut mendampingi korban mengatakan saat dibawa ke rumah sakit, korban mengeluh sakit pada bagian lutut dan pahanya serta mengalami sesak nafas."Kepala korban juga rasanya pusing saat itu," ujar Sangaji. Arpi adalah salah satu perwakilan mahasiswa dari mahasiswa Jambi yang bergabung bersama para mahasiswa lain dalam Temu Aliansi Lintas Generasi (Tali Generasi) yang berkumpul di Tugu Proklamasi. Ia bersama perwakilan dari Jambi yang berjumlah sekitar 40 orang datang ke Jakarta pada Senin (23/6) untuk melakukan aksi solidaritas kematian Maftuh dan juga tuntutan untuk membatalkan keputusan menaikkan harga BBM.


SMS
Share on Facebook
Nilai 4.42 A A A
Ada 49 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sapiclix @ Kamis, 26 Juni 2008 | 15:02 WIB
Klo dibilang polisi telah melanggar HAM dan harus dimeja hijaukan? Trus apa sanksi untuk para mahasiswa peserta demo yang dengan jelas-jelas telah melakukan perusakan terhadap barang milik negara?
rei @ Kamis, 26 Juni 2008 | 09:45 WIB
polisi jg berhak membela diri..dari pd dirusak mbolinya, mending tabrak aja tu orang.udah umum kan kaya gt..ngapain juga jauh2 dr jambil blos kuliah,..kasian ortu udah susah payah nyari duit buat kuliah.mending tembak ditempat aja para pelempar batu...
biie @ Rabu, 25 Juni 2008 | 19:55 WIB
walah, baru juga 5 meter sudah ribut. lah itu kan memang resiko kalo demo, kalo nggak mau sengsara dan babak belur ya jgn gaya2an demo. mending pulang kampung sana, macul dirumah.
aris @ Rabu, 25 Juni 2008 | 15:36 WIB
lha... mahasiswa maunya apa??? masak niat banget nimpukin polisi ngroyok pula.... polisi itu juga manusia kaya sampeyan2 itu... kalau diperlakukan spt itu ya wajar kalo mempertahankan hidup (bkn membela diri) itu sudah mjd insting makhluk hidup kok... ya kalo ga mau ditabrak ya jangan anarkis dong.. hormati orang lain... masak niat nimpukin orang trus orang itu suruh pasrah gitu biar anda puas... Arpi... anda mahasiswa bukan sih.... kok mikirnya gitu... aneh....!!!!! sudah pulang ke jambi
essel @ Rabu, 25 Juni 2008 | 14:32 WIB
ga adil kalo hanya menyalahkan mahasiswanya aja..lebih2 aparat kepolisian yang bertindak brutal,sama2 bertindak anarkis..jadi dua2nya ga ada yang bener..ga ada yang beres..!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87