Ketua Geng Cewek Itu Masih Berusia 17 Tahun
ilustrasi
Selasa, 24 Juni 2008 | 08:25 WIB

KEDIRI, SELASA - Geng pelajar cewek yang berbuat kriminal ternyata tak hanya Geng Nero di Pati, Jawa Tengah. Di Kota Kediri, geng serupa juga ada dan berhasil diringkus polisi. Bahkan, jika Geng Nero hanya melakukan aksi kekerasan terhadap sesama pelajar, geng cewek di Kediri ini lebih dari itu. Mereka melakukan pencurian dengan sasaran swalayan dan pusat perbelanjaan.

Ketika melakukan aksinya di salah satu toko di Doho Plasa, Kota Kediri, Minggu (22/6) siang, geng yang terdiri dari tiga cewek SMA dan SMP itu kena batunya. Pada pukul 11.00 WIB, satpam di Doho Plasa mulai mengawasi ketiga cewek tersebut saat gerak-gerik mereka saat berbelanja mencurigakan.

Setelah terlihat mencuri beberapa barang, satpam langsung menangkap mereka dan dibawa ke markas Polresta Kediri. Dari keterangan mereka di Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Kediri terungkap bahwa geng cewek itu dipimpin oleh Irianovi (17), siswi kelas II sebuah SMA di Kota Kediri. Anggotanya terdiri dari Dimavini Aprilia (15) dan  Mia Harmiati (15), keduanya masih duduk di kelas III SMP.

Mereka berasal dari kecamatan yang sama, yakni Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Namun, Irianovi dan Dimavini berasal dari Desa Dlopo, sedangkan Mia dari Desa Tepus. Saat diperiksa polisi, mereka mengaku telah mencuri puluhan jenis barang, di antaranya cincin, alat-alat kosmetik, pakaian dalam, jaket, makanan ringan, baterei, minyak telon, tape recorder kecil, dan lain-lain. Barang-barang curian itu diselipkan di dalam pakaian dan tas mereka. Nilainya mencapai Rp 500.000.

Kepada polisi, Irianovi mengaku dirinyalah yang mengajari teknik mencuri kepada Mia dan Dimavini. Dengan berlagak seperti pembeli, ketiganya selalu bersama-sama saat melakukan aksinya di sejumlah toko, swalayan, dan plasa.

Setelah menemukan benda yang diincar, ketiganya membagi tugas, ada yang sebagai pengawas situasi dan ada yang pengambil barang. “Setiap berhasil mengambil barang, langsung dimasukkan ke dalam pakaian atau tas longgar yang kami bawa,” tutur Irianovi di Mapolresta sambil terus menutupi wajahnya dari kamera.

Dari pengakuan ketiganya, sedikitnya sudah tiga toko yang mereka jarah, di antaranya toko busana Mentari dan Swalayan Borobudur yang terletak di Jalan Doho, Kota Kediri, serta sebuah toko di pusat perbelanjaan Doho Plasa. "Sudah lama kami melakukan perbuatan ini," kata Irianovi. Menurut dia, hasil kejahatan gengnya itu tidak dijual kepada orang lain, tapi digunakan sendiri. Ketiga anggota geng cewek itu saling kenal karena hubungan tetangga. Kendati berbeda tempat tinggal, namun desa mereka saling berdekatan satu sama lain.

Penangkapan geng cewek ini membuat keluarga mereka kaget. Nurcholifah (bibi Dimavini) mengaku tidak percaya keponakannya melakukan aksi kriminal. Selama ini, tutur Nurcholifah, Dimavini dikenal tak banyak ulah dan anak penurut. Ia menduga ulah Dimavini akibat pengaruh Irianovi yang memang nakal. “Keponakan saya mulai aneh-aneh setelah bergaul dengan Novi. Dia anak kos yang tidak pernah mendapat perhatian orangtuanya,” ujarnya.

Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satreskrim Polresta Kediri Iptu MS Yusuf mengemukakan, para pelaku dapat dikenai ancaman hukuman 5 tahun penjara karena melanggar Pasal 363 KUH Pidana. (ais)



Share on Facebook
Nilai 4.43 A A A
Ada 15 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Aya @ Rabu, 25 Juni 2008 | 07:11 WIB
Mau menyalahan temannya yang nakal kek, tetap saja ortu msh punya peran penting dlam mengawasi anak2nya. Kalau perlu yg nakal itu ikut dinasehati or apa kek, jgn urusi keluarga sendiri juga, kita ini kan mahluk sosial.
bambang @ Selasa, 24 Juni 2008 | 19:32 WIB
makanya gerakan "pembodohan republik" yang digaungkan oleh produser sinetron, harus kita lawan dan hancurkan. Dan stasiun tv yang masih menayangkan sinetron yang ga realistis ga usah ditonton lagi..............sepakast????!!!!.........
indrazithq @ Selasa, 24 Juni 2008 | 18:24 WIB
Prihatin untuk ortunya...mgkn bener juga tuh sinetron mesti dibrantas..tidak mendidik .
Ucok @ Selasa, 24 Juni 2008 | 17:21 WIB
SEBAIKNYA SURUH PRODUSEN FILM BIKIN FILM ANTI KORUPSI AJA...ATAU BIKIN FILM PARA KORUPTOR DIHUKUM MATI AJA......
egp @ Selasa, 24 Juni 2008 | 16:58 WIB
mereka nyontoh pejabat yang korup wajar aza
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4