Obama: Republik Seharusnya Belajar dari 9/11, Bukan Saya!
Kandidat presiden AS dari partai Demokrat Barack Obama (kanan) didampingi oleh mantan wakil presiden AS Al Gore saat menyampaikan pidato dalam kampanye di Joe Louis Arena, Detroit, 16 Juni 2008.
Rabu, 18 Juni 2008 | 05:37 WIB

WASHINGTON, RABU - Kandidat presiden AS dari partai Demokrat, Barack Obama, menekankan tidak ingin digurui oleh partai Republik mengenai siapa yang dapat menjamin AS menjadi negara yang lebih aman dari serangan teroris. Komentar Barack Obama ini disampaikan untuk menanggapi kritik dari kubu kampanye rivalnya dari partai Republik, John McCain.

"Obama merupakan satu manifestasi sempurna dari pola pikir 10 September dan tidak memahami ancaman bahaya yang disusun oleh musuh AS sehari kemudian," jelas seorang ajudan McCain. Kepada para wartawan, Obama mengatakan, Republik tidak mempunyai argumentasi yang kuat untuk menjelaskan bahwa mereka belajar banyak dari peristiwa 9/11 (tragedi serangan teroris 11 September 2001 di AS).

Obama menerangkan, Republik justru mengecohkan arti pertempuran di Irak karena AS hingga saat ini belum berhasil meringkus dalang tragedi 9/11. Menurut Obama, Osama bin Laden sampai saat ini masih belum diketahui rimbanya karena pemerintah Presiden George W Bush dari partai Republik gagal menerapkan strategi untuk memburunya.

Barack Obama menyampaikan rencananya berkunjung ke Irak dan Afganistan sebelum pemilu nasional 4 November. ”Saya berminat berkunjung ke Irak dan Afganistan sebelum pemilu,” kata Obama saat berkampanye di Detroit. Selain itu, Obama juga menegaskan dukungannya terhadap penarikan pasukan AS di Irak dan keinginannya itu telah disampaikan secara langsung dalam percakapan teleponnya dengan Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari.

 

 


JIM
Sumber : AP
Share on Facebook
Nilai 4.92 A A A
Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Doni @ Jumat, 20 Juni 2008 | 10:35 WIB
Orang yang melihat tidak bicara, orang yang tidak melihat bicara. Pintu rumah sendiri copot engselnya tapi membicarakan gerbang istana orang lain.
sulhan @ Kamis, 19 Juni 2008 | 14:56 WIB
Amerika harusnya banyak belajar dari peristiwa 11 September, teroris adalah ciptaan mereka sendiri, mereka tidak merasa aman karena mereka biang ketidakamanan dunia.
aos @ Kamis, 19 Juni 2008 | 14:49 WIB
Obama or McCain sama saja keduanya keliru memaknai targedi 911 yang penuh dengan rekayasa. serta tetap keduanya akan refresif dan non-cooperatif terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. keduanya pula tetap akan menjadikan kawasn Timur Tengah sebagai objek kepentingan realis Amerika Serikat. Dukungan terhadap obama jangan karena ia pernah tinggal di Jakarta, karena pola fikir seperti itu tidak dimiliki oleh orang barat (tidak ada nostalgia).
reiza @ Rabu, 18 Juni 2008 | 20:53 WIB
obama memang bagus..tp kok ya masih percaya kl 9/11 bukan rekayasa. sodara2 bisa search tentang 9/11. salah satu rekayasa terbesar sepanjang sejarah.
armas @ Rabu, 18 Juni 2008 | 16:27 WIB
setuju dengan pendapat saudara2 sekalian...amerika menabur angin ...dia pula yang harus menuai badai...dendam pribadi ayah bush ( bush senior ) dibawa sm bush yunior untuk memburu saddam ( alasannya) pdhl mereka mencari minyak....klo mau memburu saddam ..ambil saddamnya...jgn ambil negaranya donk...maju terus obama...you're the best
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
61