Panglima Akui Senjata TNI Masih Kurang
Senin, 16 Juni 2008 | 09:49 WIB

 

Laporan wartawan Kompas Suhartono

SANGATTA, SENIN - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengakui, meskipun secara keseluruhan Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2008 telah berjalan aman dan lancar, namun pihaknya masih kekurangan peralatan untuk medan Latgab TNI yang begitu luas ini. Kurangnya peralatan, antara lain tampak pada keterbatasan pesawat angkut untuk personil Lintas Udara (Linud) serta pesawat tempur untuk mewujudkan penyerangan dengan kekuatan satu skuadron tempur udara yang penuh.

Hal ini diakui Djoko Santoso menjawab pers di sela-sela pengambilan gambar acara Secangkir Kopi Bersama Presiden SBY di geladak helikopter dan mobil KRI Dr Soeharso-990, yang berlayar menuju Pelabuhan Khusus Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), seusai melaksanakan Latgab TNI 2008 di perairan Sangatta, Kaltim, Senin (16/6).

"Kendalanya antara lain kurangnya alat dan peralatan. Yang jelas kurang banyak untuk, misalnya mewujudkan batalyon Linud yang jumlahnya 700 personil. Kalau itu mau diwujudkan, dibutuhkan sekitar 12 pesawat Hercules. Akan tetapi, nyatanya kita hanya punya 10 pesawat," ujar Djoko.

Menurut Djoko juga, jumlah pesawat tempur juga masih menjadi kendala. "Mungkin dengan menyerang seperti ini, dengan medan yang sangat luas ini dibutuhkan 1 skuadron seperti dukungan helikopter dan pesawat lainnya," lanjut Panglima.

Tentang persiapan Latgab TNI, Djoko mengatakan persiapannya dilakukan setahun sebelumnya, yaitu dengan persiapan secara bertahap. Baik di tingkat teknis personil meningkat ke kesatuan dan akhirnya Latgab. "Semuanya berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada sesuatu hal yang mengganggu," demikian Djoko.


Suhartono
Share on Facebook
A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
IRHAM @ Minggu, 6 Juli 2008 | 23:49 WIB
Hidup TNI ku ,kalau senjata kurang beli aja pakai uang koruptor atau konglomerat biar negara kita kuat dan disegani negara lain
danang @ Senin, 16 Juni 2008 | 13:33 WIB
Kalau bisa Latgab Spt ini disiarkan langsung,seuruh anak sekolah diwajibkan menonton,Pasti nasionalisme mereka akan menggelora dan bangga dgn TNInya...Bravo TNI...Bravo SBY
arif setyo @ Senin, 16 Juni 2008 | 13:29 WIB
tunjukkan sikap patriotmu walaupun persenjataan kurang lengkap...dan saya himbau kepada pemerintah untuk melengkpi keluhan2 yang ada saat ini...maju terus pantang mundur
andy @ Senin, 16 Juni 2008 | 11:04 WIB
gw membayangkan auri masa lampau yg sangat ditakuti di asia...seandainya masih seperti dulu...mungkin gak ada negara lain yg berani macam2 dengan kita....coba dong para pejabat hal itu dipikirkan...
gepenx @ Senin, 16 Juni 2008 | 10:23 WIB
Tenang aja Pak Presiden, kita boleh kalah dari negara lain soal alutsista , tapi kalo di medan perang kita bisa turunkan 1 batalyon penuh pasukan siluman dari PLMS ( Pangrango, Lawu, Merapi, Semeru ) jangan takut !!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1