Laporan wartawan Kompas Suhartono
SANGATTA, SENIN - Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso mengakui, meskipun secara keseluruhan Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2008 telah berjalan aman dan lancar, namun pihaknya masih kekurangan peralatan untuk medan Latgab TNI yang begitu luas ini. Kurangnya peralatan, antara lain tampak pada keterbatasan pesawat angkut untuk personil Lintas Udara (Linud) serta pesawat tempur untuk mewujudkan penyerangan dengan kekuatan satu skuadron tempur udara yang penuh.
Hal ini diakui Djoko Santoso menjawab pers di sela-sela pengambilan gambar acara Secangkir Kopi Bersama Presiden SBY di geladak helikopter dan mobil KRI Dr Soeharso-990, yang berlayar menuju Pelabuhan Khusus Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), seusai melaksanakan Latgab TNI 2008 di perairan Sangatta, Kaltim, Senin (16/6).
"Kendalanya antara lain kurangnya alat dan peralatan. Yang jelas kurang banyak untuk, misalnya mewujudkan batalyon Linud yang jumlahnya 700 personil. Kalau itu mau diwujudkan, dibutuhkan sekitar 12 pesawat Hercules. Akan tetapi, nyatanya kita hanya punya 10 pesawat," ujar Djoko.
Menurut Djoko juga, jumlah pesawat tempur juga masih menjadi kendala. "Mungkin dengan menyerang seperti ini, dengan medan yang sangat luas ini dibutuhkan 1 skuadron seperti dukungan helikopter dan pesawat lainnya," lanjut Panglima.
Tentang persiapan Latgab TNI, Djoko mengatakan persiapannya dilakukan setahun sebelumnya, yaitu dengan persiapan secara bertahap. Baik di tingkat teknis personil meningkat ke kesatuan dan akhirnya Latgab. "Semuanya berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada sesuatu hal yang mengganggu," demikian Djoko.