Pulsa Telepon Gratis Sembuhkan Tuberkulosa
Makin banyak operator seluler, alternatif layanan telekomunikasi makin beragam.
Sabtu, 14 Juni 2008 | 02:42 WIB

CAMBRIDGE, SABTU - Para peneliti percaya mereka telah menemukan obat baru untuk tuberkulosis, yaitu pulsa telepon gratis.

Selama bertahun-tahun, para dokter telah berjuang membuat para penderita tuberkulosis mau meminum obat secara kontinyu selama enam bulan berturut-turut. Saat ini sebuah penelitian oleh siswa MIT (Massachusetts Institute of Technology) telah mengembangkan penggunaan ponsel.

Caranya, pasien yang mengikuti panduan dokter akan mendapatkan pulsa gratis. Pasien menguji air seni mereka menggunakan strip yang dirancang untuk menampilkan kode numerik jika mendeteksi obat tuberkulosis. Pasien tersebut kemudian dapat meng-SMS kode yang muncul untuk mendapatkan insentif, seperti pulsa gratis selama beberapa menit.

Dengan cara ini, pasien didorong untuk rajin secara kontinyu meminum obat mereka dan menguji air seni untuk membuktikan bahwa mereka meminum obat-obat tersebut. Sementara, dokter dapat dengan mudah mendapatkan laporan bahwa pasien mereka telah meminum obat-obatnya, karena dengan mengirim SMS si pasien juga sekaligus telah melaporkan bahwa mereka telah meminum obat.


BMA
Sumber : AP
Share on Facebook
Nilai 6 A A A
Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
andy @ Selasa, 8 Juli 2008 | 20:12 WIB
ya................................baguslah
arjuna @ Rabu, 2 Juli 2008 | 09:15 WIB
he..heEee heeeeeeeeeeeeeeeee.........solusi yang lucu dan mengesankan
gati @ Minggu, 22 Juni 2008 | 09:24 WIB
ida bagus. mungkin gak cuma untuk penderita tuberkulosa aza kali. penderita diabetes boleh juga dapet terapi ini.
Ibnu @ Rabu, 18 Juni 2008 | 12:16 WIB
wah hebat.. pemikiran yang jenius. Hebat..!!"
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
91