Lahir dengan Dua Penis akibat Mutasi Gen
Jumat, 13 Juni 2008 | 10:49 WIB

KELAHIRAN seorang bayi aneh asal Hejian, sebuah kota di provinsi Henan, yang memiliki dua penis adalah kasus yang sangat jarang. Kondisi langka itu disebut dengan istilah fetus in fetu (FIF) dan terjadi satu dalam 500.000 bayi yang dilahirkan dalam keadaan hidup.

Menurut Prof dr H Soehartono DS Sp OG KFER dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, kasus fetus in fetu terjadi karena adanya mutasi gen. “Hal itu terjadi saat janin akan terbentuk di dalam rahim. Seharusnya janin itu sudah terbelah menjadi dua untuk menjadi kembar,” jelasnya.

Namun, mutasi gen membuat salah satu janin yang telah membelah tidak mampu berkembang secara sempurna. Selanjutnya sepanjang pertumbuhan janin yang sehat, janin yang tidak berkembang ini tetap menempel. Menempelnya bisa terjadi di mana saja dan sebagian bisa ikut tumbuh namun dipastikan tidak akan sempurna.

“Misalnya bisa berupa kepala saja, bagian tangan saja, maupun bagian penis saja. Tidak ada yang akan bisa hidup dan berkembang di janin yang hidup itu karena janin yang hidup lebih dulu mengambil nutrisi untuk pertumbuhannya dan tidak mungkin berbagi dengan janin yang tidak sempurna tersebut,” ungkap Prof Soehartono kepada Surya, Kamis (12/6).

Beberapa kasus FIF menyita perhatian dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah kasus Alamjan Nematilaev. Bocah Kazakhstan itu menyimpan 'janin' saudara kembarnya selama bertahun-tahun. Pada tahun 2003, dokter sekolah Nematilaev menemukan keanehan. Perut Nematilaev membesar dan menunjukkan gerakan. Menurut diagnosa dokter, di dalam perut bocah 7 tahun itu terdapat kista. Namun, yang didapat dokter ternyata janin kembaran identik Nematilaev. Janin itu menjadi parasit dalam perutnya. Janin tak jadi itu juga memiliki rambut, lengan, jari, kuku, kaki dengan jari-jari lengkap, alat kelamin, kepala, serta wajah yang tidak jelas.

Kisah lebih unik dialami Sanju Bhagat, asal Nagpur, India. Selama 36 tahun dia membawa 'saudara kembar' parasit di dalam tubuhnya. Karena Bhagat tidak punya plasenta, 'kembarannya' itu menyerap kehidupan langsung dari sumber darah Bhagat.

Awal April lalu, seorang bayi perempuan di Yogyakarta juga menjadi berita utama di media-media Indonesia. Ainiyah, nama bayi perempuan itu, disebut 'hamil' karena di dalam tubuhnya tumbuh janin. Kembaran tak berkembang itu 'memilih' liver Ainiyah sebagai tempat menempel.

Di Medan, bayi dua bulan bernama Afiah Syafina awalnya divonis menderita tumor pada perutnya. Namun, saat dioperasi pada 19 Januari 2008 yang disangka tumor itu ternyata janin berumur lima bulan. (sun/wkp/kis/rie)



Nilai 4.2 A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
juswan @ Jumat, 13 Juni 2008 | 21:46 WIB
Setahu saya istilah FIF - foetus in foetu itu adalah anomali di mana di dalam perut bayi dalam kandungan terdapat bayi kedua. Atau kondisi bayi yang mengandung bayi. Kalau dua penis kenapa tidak diistilahkan bipenis saja? Di kalangan suku primitif ada santet yang dapat membuat lelaki hidung belang kapok dengan memindahkan penis orang tersebut ke jidatnya. Apakah ini hanya banyolan atau kenyataan belum ada yang membuktikannya seperti foto penis di atas punggung baji di berita di atas.
Anna @ Jumat, 13 Juni 2008 | 15:52 WIB
Aduch........ Serem B'nget sech britanya.........
susanti haryadi @ Jumat, 13 Juni 2008 | 13:06 WIB
hal-hal apas aja untuk menghindari kejadian tersebut.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile24
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort