Ical Cueki Penelitian Geolog Inggris
Kondisi luapan lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (29/5). Dua tahun tragedi luapan lumpur yang terjadi sejak 29 Mei 2006 ini membenamkan empat desa yaitu Siring, Jatirejo, Kedungbendo, dan Renokenongo. Ribuan orang kehilangan rumah dan mengungsi.
Kamis, 12 Juni 2008 | 20:36 WIB

JAKARTA, KAMIS - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie tak terlalu memperdulikan hasil penelitian Profesor Richard Davies, geolog dari Universitas Durham, Inggris yang menyimpulkan bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak dua tahun lalu dipicu oleh pengeboran Banjar Panji-1.

"Itu kan satu dari 100 tanggapan lain," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie usai mengikuti rapat persiapan kunjungan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/6).

Sambil mengayunkan kaki, menuju lokasi kendaraan Lexus bernopol RI 13, pria yang kerap disapa Ical ini mempersilahkan pihak kepolisian Daerah Jawa Timur untuk menggunakannya sebagai berkas penyidikan. "Semua itu boleh dibawa. Ada 100 lawan 1, yang menang ya 100 lah," katanya dengan senyum melebar.

Dari hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Earth Planetary Science and Letters, Geolog Davies menolak teori yang menyatakan, semburan lumpur panas Lapindo sebagai akibat pengaruh gempa bumi di Yogyakarta. Pasalnya, gempa bumi terjadi dua hari sebelum lumpur menyembur dan akhirnya meluluhlantakan desa Porong.

Menyangkut permasalahan Revisi Perpres Nomor 14 Tahun 2007 tentang BPLS yang hingga kini belum mendapat tanda tangan Presiden Yudhoyono, dengan santai mantan Menko Perekonomian ini mengaku tidak mengetahuinya secara detail.

"Saya tidak tahu. Tanya BPLS mungkin masih diantara menteri-menteri barangkali. Saya kan tidak ikut BPLS," katanya. (Persda Network/Ade Mayasanto)



Sumber : Persda Network
Share on Facebook
Nilai 4.21 A A A
Ada 33 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
m.fuad sholeh @ Senin, 14 Juli 2008 | 17:23 WIB
menurut aq lapindo bsh" jadi lautan lumpur !!!!
endah novianti @ Jumat, 13 Juni 2008 | 17:51 WIB
wah..hebat ya bung ical, sudah menjadi seorang pejabat ditambah menjadi salah satu orang terkaya di asia tenggara, tapi sayang..beliau tidak mempunyai hati nurani. persolalan lapindo mungkin boleh dibilang sebagai "ujian" bagi bung ical, tapi sayangnya, beliau sama sekali tak tanggap tentang apa yang sebenarnya terjadi, hey bung ical apa anda takut jatuh miskin karena menolong rakyat kecil sebagai AKIBAT DARI KERAKUSAN ANDA SEBAGAI SEORANG MANUSIA?
thompoel @ Jumat, 13 Juni 2008 | 17:09 WIB
hhhmmm......apa jadinya bangsa ini...
tea @ Jumat, 13 Juni 2008 | 16:15 WIB
ckckckck... pak ical.. pak ical.. dimana hati nuranimu pak... bpk kan jd salah satu orang terkaya tuh.. bahkan katanya kekayaanmu itu nambah secara SIGNIFIKAN.. masa ganti rugi warga desa yg kena semburan lumpur aja gak bisa sih?? bapak gak bakalan jatuh miskin deh.. kasian pak tu rakyat luntang lantung gak jelas gitu... mbok ya punya sedikit rasa kasian... gemes gw..
aris @ Jumat, 13 Juni 2008 | 16:02 WIB
saya sangat salut ada profesor dari universitas di inggris yang menyatakan lumpur lapindo bukan akibat bencana alam tapi akibat pengeboran banjar panji 1.....mungkin banyak ilmuwan indonesia " dibayar" untuk mengatakan bahwa kejadian itu akibat bencana alam....saya salut dengan ilmuawan dari luar negeri yang tidak mau " dibayar" tetapi lebih mementingkan penelitian ilmiah
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1