JAKARTA, KAMIS - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie tak terlalu memperdulikan hasil penelitian Profesor Richard Davies, geolog dari Universitas Durham, Inggris yang menyimpulkan bahwa semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, sejak dua tahun lalu dipicu oleh pengeboran Banjar Panji-1.
"Itu kan satu dari 100 tanggapan lain," kata Menko Kesra Aburizal Bakrie usai mengikuti rapat persiapan kunjungan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/6).
Sambil mengayunkan kaki, menuju lokasi kendaraan Lexus bernopol RI 13, pria yang kerap disapa Ical ini mempersilahkan pihak kepolisian Daerah Jawa Timur untuk menggunakannya sebagai berkas penyidikan. "Semua itu boleh dibawa. Ada 100 lawan 1, yang menang ya 100 lah," katanya dengan senyum melebar.
Dari hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Earth Planetary Science and Letters, Geolog Davies menolak teori yang menyatakan, semburan lumpur panas Lapindo sebagai akibat pengaruh gempa bumi di Yogyakarta. Pasalnya, gempa bumi terjadi dua hari sebelum lumpur menyembur dan akhirnya meluluhlantakan desa Porong.
Menyangkut permasalahan Revisi Perpres Nomor 14 Tahun 2007 tentang BPLS yang hingga kini belum mendapat tanda tangan Presiden Yudhoyono, dengan santai mantan Menko Perekonomian ini mengaku tidak mengetahuinya secara detail.
"Saya tidak tahu. Tanya BPLS mungkin masih diantara menteri-menteri barangkali. Saya kan tidak ikut BPLS," katanya. (Persda Network/Ade Mayasanto)