Hemat Energi, Mulailah dari Menu di Piring
Rabu, 11 Juni 2008 | 21:18 WIB

YOGYAKARTA, RABU - Ada sisi penghematan energi yang enggan dilihat orang, yakni menu makanan di piring. Kegemaran makan daging, kalau dirunut ke belakang, banyak menyumbang kerusakan lingkungan. Sebab, pemakaian energi untuk menghasilkan daging sangat besar.

"Produksi daging melibatkan indutri yang tidak mudah diajak memahami masalah energi dan lingkungan," kata Prasasto Satwiko, Koordinator Bidang Teknologi Pusat Studi Energi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), dalam Seminar Energi di UAJY, Rabu (11/6).

Ia memaparkan, laporan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut industri daging, telur, dan produk hewani melepas gas 60 persen gas N2O (nitrogen) yang berbahaya di bumi. Peternakan menjadi sumber terbesar gas metana (sekitar 40 persen) yang juga berbahaya.

Pemakaian energi untuk menghasilkan sepotong daging amatlah besar. Prosesnya dimulai dari menanam tanaman sebagai pakan ternak. Lantas ke urusan transportasi, pengolahan, operasional peternakan, penjagalan, pemrosesan pabrik, hingga pendinginan.

Setiap tahap, setidaknya menimbulkan polusi dan gas rumah kaca. Sebagai ilustrasi, dibutuhkan 16 pon bijian untuk menghasilkan satu pon daging. Seorang pemakan daging melepas gas CO2 lebih banyak ketimbang mereka yang tidak mengonsumsi daging. "Orang Indonesia beranggapan kalau kurang makan daging maka tubuh jadi lemas. Itu keliru karena tak ada teori yang membuktikan," katanya.

Di Indonesia, kalau orang tidak makan daging lantas dianggap tidak keren. Padahal daging sumber penyakit. Di luar negeri, tren penyakit bisa berkurang karena kaum vegetarian semakin bertambah.  

 

 

 


Lukas Adi Prasetyo
Nilai 4.59 A A A
Ada 17 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Tria @ Jumat, 1 Agustus 2008 | 18:18 WIB
Hidup VEGAN!!!
qomink @ Minggu, 22 Juni 2008 | 19:45 WIB
anak saya vegetarian dari lahir dan yang kedua vegetarian sejak dalam kandungan. Sama sekali tidak masalah. Enstein juga dilahiran dari keluarga vegetarian!!!. Ayo....GO VEG BE Green and SAVE OUR PLANET
Aliong @ Rabu, 18 Juni 2008 | 15:55 WIB
Sama sekali ga berpengaruh ke nasib peternak. Bisa beralih fungsi dengan sendirinya.. Analoginya begini.. kalo semua orang berhenti merokok, apa kita perlu mencemaskan petani tembakau? Saya rasa tidak.
badeng @ Rabu, 18 Juni 2008 | 11:33 WIB
kalo semua jd vegetarian trus gmn nasip para peternak.
Aliong @ Selasa, 17 Juni 2008 | 15:29 WIB
Save Our Planet.... Go Green... Go Vegetarian... Go 5 R (Reuse-Reduce-Recycle-Refill-Respect)
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile45
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort