Misteri Joker dalam Rekaman Artalyta
Ilustrasi
Rabu, 11 Juni 2008 | 15:40 WIB

Laporan wartawan Persda Network, Yuli Sulistyawan
 
JAKARTA, RABU - Percakapan antara Kemas Yahya Rahman dan Artalyta Suryani sehari sebelum jaksa Urip Tri Gunawan ditangkap KPK memunculkan tokoh baru di Kejaksaan Agung: Joker.
 
Tokoh yang disebut Joker itu muncul dalam percakapan telepon yang disadap KPK tanggal 1 Maret 2008 jam 13.00 WIB. Siapa sang Joker di Kejagung?
 
Saat hakim Pengadilan Tipikor Andi Bachtiar meminta jaksa KPK memutar rekaman percakapan antara Artalyta dan Kemas, tokoh Joker itu diperbincangkan. Awalnya, Kemas yang ditelepon Artalyta menceritakan bahwa pekerjaannya dalam penanganan kasus Sjamsul Nursalim telah selesai. Hasilnya, kasus tersebut dihentikan penyelidikannya.
 
Kemas lalu menceritakan, setelah menghentikan penyelidikan, dirinya dimaki-maki di media massa. Bahkan terancam akan dicopot dari jabatannya. "Jadi tugas saya sudah selesai, he-he-he. Sudah jelas, itu gamblang, tidak ada permasalahan lagi. Tapi saya dicaci maki, sudah baca (koran) Rakyat Merdeka nggak? Saya mau dicopot," ujar Kemas kepada Artalyta. 
 
Seusai mendengar keluh kesah Kemas, Artalyta pun menanyakan masalah Joker. "Masalah Joker?" ujar Artalyta. Kemas menjawabnya dengan mengatakan bahwa soal itu gampang. "Nanti..nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah ada pesan dari sana. Sudah sampai itu," tegas Kemas. "Oh nggak, itu kan saya perlu jelasin Bang," sanggah Artalyta yang kemudian dipotong lagi oleh Kemas. "Jadi gini..gini... Ini sudah terlanjur kita umumkan. Ada alasan lainnya jadi sudah ada dalam perencanaan," ujar Kemas.
 
Seusai rekaman dihentikan, hakim Andi Bachtiar menanyakan kepada Artalyta soal Joker tersebut. "Apa yang Anda maksud dengan Joker itu?" tegas Andi dengan nada meninggi. Artalyta yang saat rekaman diputar terlihat tertunduk lesu tidak bisa berkata apa-apa. "Joker...," ujar Artalyta yang tak melanjutkan jawabannya.
 
"Apa maksudnya diungkapkan pada Kemas Yahya Rahman?" tegas hakim Andi. Artalyta pun kembali terdiam. Sesaat kemudian, ia menjawab, "Itu pembicaraan..., Tapi jelas bukan Pak Urip," ujar Artalyta dengan suara pelan.
 
"Kalau begitu, siapa yang Anda maksud dengan si Joker?" 

Mendapat cecaran tersebut, Artalyta kembali diam. Setelah agak lama, Artalyta menjawab, "Yang saya jelaskan, demi Tuhan, itu bukan Urip yang dimaksud," ujar Artalyta yang mengenakan baju lengan panjang warna hijau.
 
Hakim Andi Bachtiar pun semakin bersemangat. "Kalau begitu siapa yang disebut dengan tujuan, terdakwa ungkapkan dengan si Joker. Kita paham siapa itu Joker. Pengunjung juga paham dengan Joker," tegasnya. "Nggak tahu saya," lanjut Artalyta.
 
Hakim Andi kemudian menanyakan apakah yang dimaksud perencanaan itu adalah menyerahkan 660.000 dollar setelah percakapan tersebut. Artalyta menjawab, "Bukan, tidak ada hubungan dengan yang dibicarakan," tegas Artalyta.
 
Kepada Urip Tri Gunawan yang duduk sebagai saksi, Andi mempertanyakan apakah Urip tidak merasa diperalat oleh Kemas atau orang lain di Kejagung. "Peristiwa itu adalah tanggung jawab saya pribadi dan kaitannya dengan Artalyta. Tidak ada kaitannya dengan Pak Kemas, Bapak Muhammad Salim ,maupun tim BLBI lainnya," ujar Urip.



Share on Facebook
Nilai 4.32 A A A
Ada 25 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
memey @ Kamis, 19 Juni 2008 | 10:10 WIB
ya..tampa wajah dosa senyum sumringah dengan anteng mengatakan "saya tidak terlibat" rakyat boleh dibohongi tp hati mu tak kan pernah berdusta dan yakin la tuhan tak tidur...ingat maaauttt wahai tikus-tikus kantor...!!!!!!!!!!
agus @ Kamis, 19 Juni 2008 | 08:13 WIB
Tugas PR yg bagus, bukan bicara koruptor utamanya lagi tapi sdh melenceng (obligornya leyeh2 enak sambil senyum), kasusnya sdh berhasil dimelencengkan. Rakyat dibodohin, yg mereka sukses menjadi pembodoh2 berdasi. Oh rakyat... kacian deh loh..... Smoga masih ada rakyat yang Ksatria dan perwira untuk ibu pertiwi ini.
Anne @ Kamis, 19 Juni 2008 | 07:47 WIB
Salutt untuk KPK .....semoga KPK selalu dapat menjaga kredibilitas dan integritasnya
akunda @ Rabu, 18 Juni 2008 | 13:32 WIB
kan sekarang lagi ngetren model pendekatan hipnotisme, mbok minta tolong pada para ahli hipnotis untuk menghipnotis urip atau ayin agar mau berbicara siapa saja orang orang kejagung yag terlibat skandal 6 milyar rupiah.
ismet btg @ Selasa, 17 Juni 2008 | 08:54 WIB
G,mana kalo kita bikin macam Quiz, Siapa yang bisa membongkar kasus BLBI, dan kembalikan uangnya ke rakyat dan Urip CS bisa diberikan hukman SEUMur HIdup...!, Kita Jadiin Dia Sebagaai PRESIDEN nanti 2009. Ok BRo..?
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1