Awas Permen Cokelat Isi Narkoba!
Ilustrasi permen
Selasa, 10 Juni 2008 | 17:50 WIB

HATI-HATI memberikan permen atau cokelat kepada buah hati kesayangan Anda.  Alih-alih membuat hati Si Kecil gembira, justru petaka yang mungkin bakal menimpa. Ya. Mulailah untuk sangat waspada dengan permen atau makanan kecil yang dikonsumsi anak Anda. 

Siapa tahu, permen atau makanan tersebut mengandung narkoba atau bahan psikotropika. Seperti kasus yang menimpa lima murid TK Sekar Bangsa yang langsung terkapar setelah menenggak pil Happy Five yang mereka pikir permen cokelat pada Senin (9/6) lalu.

”Happy Five adalah sejenis psikotropika, di dalamnya mengandung zat Nimetazepam yaitu obat psikotropika yang dapat membuat mengantuk, rileks, dan teler,” ujar Ketua Badan Pengawas Obat dan makanan RI, Dr. Husniah Rubiana Thamrin di kantor Badan POM, Jakarta (10/6).

Husniah juga menyampaikan bahwa dosis yang terkandung dalam Happy Five sangat tinggi. ”Kalau sampai dimakan anak-anak apalagi masih berusia 5 tahun, sangat berbahaya itu dosisnya sangat besar,” ujarnya.

Menurut Husniah, Happy Five berasal dari Jepang dan sudah beredar di beberapa negara di Asia Tenggara.

”Happy five ini adalah produk dari Jepang dan ditengarai sudah beredar di Asia tenggara yaitu di Singapura, Thailand, Laos, Hong Kong, dan Indonesia” tambahnya. (C-508/AC)



Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 13 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Dean @ Senin, 16 Juni 2008 | 11:00 WIB
Ini sudah keterlaluan untuk bangsa kita yang kita cintai. Seharusnya pengedar di hukum mati di hadapan umum, jangan di pandang dari Kemanusiaan lagi karena para pengedar narkoba juga tdk manusiawi.
tono @ Sabtu, 14 Juni 2008 | 16:28 WIB
hahahahahaha hebat dari kecil udah dikenali narkoba
samuel @ Kamis, 12 Juni 2008 | 17:00 WIB
sungguh keterlaluan! bapak-bapak, Ibu-ibu mari kita didik dan beri perhatian yang penuh cinta kasih kepada anak-anak kita supaya mereka tidak coba-coba dengan barang-barang yang dapat merusak mereka!
Wily S @ Kamis, 12 Juni 2008 | 13:22 WIB
Setuju banget dengan Pak Rudi. Ini sudah sangat keterlaluan, merusak anak bangsa
rakhmat @ Kamis, 12 Juni 2008 | 12:00 WIB
sebaiknya produk-produk import berupa makanan mendapatkan perhatian khusus dari BPOM
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
24