Munarman Belum Puas dengan SKB Ahmadiyah
Panglima Komando Laskar Islam, Munarman (kiri) dan Ketua Umum Fornt Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, dalam jumpa pers pembubaran Ahmadiyah di Markas Front Pembela Islam (FPI), Jakarta Pusat, Kamis (17/4/2008).
Senin, 9 Juni 2008 | 21:58 WIB

JAKARTA, SENIN - Panglima Komando Laskar Islam (KLI), Munarman belum cukup puas dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Ahmadiyah. Dia ingin SKB Ahmadiyah dilanjutkan menjadi keputusan presiden dan Ahmadiyah dibubarkan.

Demikian disampaikan salah satu tim pembela Munarman, Chairil Syah, setelah menemui Munarman di Direktorat Serse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (9/6) malam.

Chairil menegaskan bahwa Munarman benar-benar datang seorang diri ke Polda Metro Jaya. "Munarman datang ke Polda pukul 19.55 WIB dan langsung menemui Kasat Kamneg, bapak Sihombing," katanya.

Munarman datang ke Polda menggunakan taksi dan saat masuk Polda ia bertemu dengan Lukman Hakim, salah satu tim pengacara lainnya.

Saat berita ini diturunkan Munarman sedang menjalani pemeriksaan Direktorat Serse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. (C5-08)



Share on Facebook
A A A
Ada 7 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Kyai @ Selasa, 10 Juni 2008 | 11:33 WIB
Sebenarnya gampang untuk membuktikan Ahmadyah Sesat atau Tidak, Islam adalah satu, Quarnya satu, Kiblatnya satu, tempat ibadahnya satu. Jadi orang Islam yang benar bermakmum pada siapa saja. dan mau sholat di mesjid dimana saja. Contoh saya tinggal di Jakarta, Pas hari Jum'at pergi ke luar kota, mau sholat juam'at di usah cari mesjid special diamana saja oke. dan tidak akan dicuriagi. Makanya namanya Mesjid Jami. Coba Oarng ahmad diah mau engga sholat berjamaah pada orang Non golongannya
J Emerson @ Senin, 9 Juni 2008 | 23:30 WIB
Benar-benar menakutkan bagi minoritas di negara ini. Karena tekanan sekelompok orang, sesuatu bisa dibubarkan. FPI baru ada 1997(?). Ahmadiyah sudah ada sebelum Indonesia ada, dan bisa dibubarkan. Sangat menghawatirkan untuk perjalalanan bangsa ke depan
J Emerson @ Senin, 9 Juni 2008 | 23:30 WIB
Benar-benar menakutkan bagi minoritas di negara ini. Karena tekanan sekelompok orang, sesuatu bisa dibubarkan. FPI baru ada 1997(?). Ahmadiyah sudah ada sebelum Indonesia ada, dan bisa dibubarkan. Sangat menghawatirkan untuk perjalalanan bangsa ke depan
J Emerson @ Senin, 9 Juni 2008 | 23:30 WIB
Benar-benar menakutkan bagi minoritas di negara ini. Karena tekanan sekelompok orang, sesuatu bisa dibubarkan. FPI baru ada 1997(?). Ahmadiyah sudah ada sebelum Indonesia ada, dan bisa dibubarkan. Sangat menghawatirkan untuk perjalalanan bangsa ke depan
hantu @ Senin, 9 Juni 2008 | 23:10 WIB
ternyata belum puas juga.....
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1