JAKARTA, JUMAT-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pengelola Bandara Soekarno-Hatta melakukan sosialisasi bila memang ada pemeriksaan laptop yang menggunakan software ilegal di kawasan bandara.
Menurut Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Indah Suksmaningsih, Jumat (6/6) sore, masalah ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah untuk mamberikan akses informasi terhadap masyarakat. "Persoalan ini sebenarnya perlu dilihat latar belakangnya, kenapa masyarakat menggunakan software ilegal, itu karena software asli harganya mahal," ujarnya kepada Kompas.com
Indah menuturkan, hal tersebut membuktikan pemerintah tidak memberikan akses yang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapat informasi atau pengetahuan. Ia menambahkan ilmu pengetahuan itu tidak ada yang berasal dari ruang vakum artinya ilmu pengetahuan apapun lahir juga dari pihak lain.
“Kalau pun ada peraturan mengenai hak paten, itu silakan saja, tetapi mengenai duplikasi software itu seharusnya tidak menjadi persoalan asal tidak untuk tujuan diperdagangkan, kalau untuk pribadi, saya kira tidak masalah,” katanya.
Indah menjelaskan, dalam kasus ini, masyarakat memiliki hak untuk mendapat informasi yang memadai terkait sosialisasi bila memang ada pemeriksaan di bandara. “Tetapi sepertinya pemerintah masih tidak transparan dalam hal ini,” ungkap Indah.
Ia juga mengatakan sosialisasi pemeriksaan tersebut seharusnya juga memuat keterangan rinci mengenai waktu dan tempat, sanksi serta diinformasikan berkali-kali. “Seharusnya tidak ada yang perlu ditutup-tutupi bila memang ada pemeriksaan seperti itu,” tuturnya. (C6-08)