Desi: Saat Bekerja dengan Max Moein, Saya Masih Perawan
Desi Firdiyanti melakukan klarifikasi dalam jumpa pers, Rabu (28/5).
Kamis, 5 Juni 2008 | 17:01 WIB

JAKARTA, KAMIS - Desi Vridiyanti, mengaku masih perawan saat pertama kali bekerja dengan anggota Fraksi PDI P DPR RI, Max Moein. Wanita berusia 34 tahun itu mengaku mendapat pelecehan seksual oleh Max, mantan bosnya.

"Saya kehilangan massa depan yang sangat tidak tergantikan oleh apa pun. Perlu saya ungkapkan, saat kerja dengan bapak, saya masih perawan," ujarnya kepada wartawan sambil menahan tangis, di depan ruang Badan Kehormatan DPR, KAmis (5/6).

Menurut dia, kejadian itu berlangsung berulang selama dia bekerja bersama Max Moein. Pelecehan seksual tersebut, lanjutnya, dilakukan secara bertahap oleh bapak dua orang anak itu. Pada pukul 13.00 tadi, Desi bersama dua pengacaranya datang memenuhi panggilan BK untuk memberikan keterangan seputar kasus dugaan kekerasan seksual yang menimpanya.

Lebih dari tiga jam, wanita bertinggi badan 150 sentimeter itu, diperiksa BK. "Banyak pertanyaan, kejadian seperti apa, kenapa terjadi, itu terjadinya di ruang kerja saya, apa yang terjadi, awalnya seperti apa. Semua sudah saya jelaskan, tapi karena sudah kesepakatan dengan BK bahwa ini rapat tertutup, saya tidak bisa mengungkapkannya ke media," jelasnya.


BOB
Share on Facebook
Nilai 7 A A A
Ada 3 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
padeh @ Jumat, 27 Juni 2008 | 10:10 WIB
yakin tuh masih virgin..............
arya gk @ Rabu, 11 Juni 2008 | 12:10 WIB
lha, di fotonya yang lagi mesra dengan max moein kok desi keliatan senang-senang aja, malah senyum-senyum. lha, ini gimana sebenernya
eb @ Jumat, 6 Juni 2008 | 15:45 WIB
Ya moga2 aja benar,apa yg dikatakan bu desi.saat ini susah cari orang yg benar2 jujur!! tidak hanya cari pembenaran sendiri. smoga cepat selesai kasus ini
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
1