MEDAN, SELASA - Pesta Danau Toba yang sedianya digelar 13-16 Juni terpaksa diundur hingga satu bulan, menjadi 14-16 Juli demi kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dijadwalkan akan membuka secara resmi kegiatan yang telah absen selama 11 tahun tersebut.
Menurut Ketua Pelaksana Pesta Danau Toba Sujono Manurung, pengunduran waktu Pesta Danau Toba ini untuk menghormati kesediaan Presiden meresmikan pembukaan acara tersebut. Presiden juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara. "Tanggal 14 Juli pagi, Presiden akan menghadiri acara panen raya di Simalungun. Sore harinya Presiden membuka Pesta Danau Toba dan menginap semalam di Parapat, sebelum keesokan harinya berangkat ke Mandailing Natal," ujar Sujono di Medan, Selasa (3/6).
Meski diundur waktunya, salah satu kegiatan dalam Pesta Danau Toba, yakni lomba balap sepeda internasional Tour de Toba tetap digelar sesuai jadwal semula, 13-16 Juni. Sujono mengungkapkan, balap sepeda Tour de Toba akan diikuti pembalap dari luar negeri yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam dan Australia. Tim-tim balap sepeda dari luar negeri tersebut sudah lama mempersiapkan diri.
Start lomba balap sepeda dilakukan di Medan, selanjutnya akan menempuh empat etape. Etape pertama Medan-Berastagi, etape kedua Berastagi-Pematang Siantar, etape ketiga Pematang Siantar-Parapat dan etape terakhir mengelilingi Pulau Samosir. Balap sepeda Tour de Toba digagas panitia untuk merefleksikan keindahan panorama Danau Toba.
Sujono mengungkapkan, panitia tak terlalu khawatir meski pengunduran jadwal Pesta Danau Toba sama artinya menggelar even tersebut bukan pada saat liburan sekolah. Menurut dia, Pesta Danau Toba tidak semata-mata untuk menarik kembali jumlah wisatawan datang ke beberapa obyek wisata di danau terbesar se-Asia Tenggara tersebut. "Dari berbagai kegiatan olah raga dan seni budaya sebenarnya kami sudah membuatnya secara massal. Kegiatan ini tidak akan menjawab persoalan mengapa sekarang orang tidak lagi datang ke Danau Toba. Tetapi paling tidak dengan kegiatan ini kami berharap Danau Toba kembali lagi ada gaungnya," katanya.
Kepala Badan Pariwisata Daerah Sumut Henry Hutabarat mengakui, ada keinginan besar menghadirkan Presiden saat pembukaan Pesta Danau Toba. Selain gaungnya jadi lebih besar, menurut Henry, praktisi pariwisata di Sumut juga bisa langsung mengemukakan persoalan kemajuan pariwisata di daerah kepada Presiden.
"Kami bisa keluarkan semua unek-unek pengembangan pariwisata di Sumut, seperti pengembangan infrastruktur menuju Danau Toba, hingga tak adanya lagi penerbangan langsung dari Eropa ke Medan," katanya. (BIL)