Direktur Eksekutif ICP dan Wahid Institute Dipukuli Massa FPI
Minggu, 1 Juni 2008 | 15:34 WIB

JAKARTA, MINGGUDirektur Eksekutif International Centre for Islam and Pluralism (ICIP) Syafii Anwar dan Direktur Eksekutif Wahid Institute Ahmad Suaedy dipukul massa yang berseragam Front Pembela Islam di sekitar lapangan Monas di Jakarta, Minggu (1/6). Syafii dan Suaedy yang tergabung dalam Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, rencananya melakukan peringatan Hari Lahir Pancasila dengan melakukan orasi kebangsaan dan berjalan kaki hingga bundaran Hotel Indonesia.

Namun, kami baru berkumpul tiba-tiba diserang massa yang membawa tongkat bambu, ujar Syafii yang mengaku terkena pukulan tongkat bambu di kepala, pelipis, tengkuk, punggung dan tangannya. Ketika kepala terkena pukulan, sempat limbung dan hampir jatuh, namun saya bisa bangkit dan menyingki, ujarnya.

Menurut Syafii, mereka baru berkumpul dan sama sekali belum melakukan orasi. "Kami sedang berjalan menuju panggung di halaman monas," ujarnya.

Suaedy mengatakan, ketika sedang berjalan bersama istri, orang-orang tua dan ada yang menggunakan kursi roda, tiba-tiba diserbu. "Saya tidak lari, karena ada istri saya yang harus saya lindungi. Saya dipukul dengan tongkat bambu dan tangan," ujar Suaedy yang kembali mengutuk aksi kekerasan dengan mengatasnamakan Islam.

"Kembalilah ke jalan Islam yang damai," ujarnya.(MAM)   

 


MAM
Share on Facebook
A A A
Ada 32 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
hafid fuadi @ Rabu, 29 Oktober 2008 | 13:10 WIB
islam adalah agama yang lembut, tidak ada kekerasan dalam agama. islam juga menghargai perbedaan, ingat ketika rosulullah membangun madinah. semua komunitas disana diakomodasi, yahudi, nasrani dan islam sebagai mayoritas tidak berlaku arogan. jika kita pahami bersama ajaran rosul ini tidak perlu terjadi pertentangan diantara islam sendiri, dan islam benar-benar bisa menjadi rahmatal lil alamin. wassalam
arif @ Kamis, 12 Juni 2008 | 21:38 WIB
mas jajang ama neng mayang, aku punya buku pancasila SD kelas enam, kalo ente belum punya entar aq email yaa biar ngerti. terus komment di sini oc,,,,,, oc,,,,,, biar pinter gak bodoh
wirya @ Rabu, 11 Juni 2008 | 01:06 WIB
Mas Jajang, mas hidup dimana?ingat kita emang pluralis,bhineka,keragaman
adil @ Selasa, 3 Juni 2008 | 15:30 WIB
inilah contoh terlalu banyak ormas2 yg tidak sepaham dan kegagalan pemerintah.
Mayang @ Selasa, 3 Juni 2008 | 10:33 WIB
Hidup FPI, maju terus..pantang menyerah..!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87