1 Juni, Bagi-bagi Uang di Senayan
Jumat, 30 Mei 2008 | 09:23 WIB

JAKARTA, JUMAT-Setelah sukses mencatat rekor dalam peluncuran buku pertamanya berjudul Financial Revolution, Tung Desem Waringin (TDW) kembali akan membuat heboh dan bahkan mungkin rekor lainnya pada peluncuran buku keduanya. Salah-satu pelatih motivasi terkemuka di Indonesia ini bakal menebar uang kertas sebanyak total Rp 100 juta saat pra-peluncuran buku keduanya Marketing Revolution yang akan diadakan di lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada 1 Juni nanti.

TDW atau Tung Dahsyat, demikian Tung juga dipanggil, akan menebarkan uang pecahan Rp 10.000, Rp 5.000 dan Rp 1.000 dari pesawat mungil swayasa pada Minggu itu, tepatnya pukul 08.30 WIB.

Pada jam tersebut, biasanya banyak orang yang berolahraga di area Parkir Timur Senayan. Saat menebarkan uang, pesawat akan terbang rendah sekitar 200 meter di atas permukaan tanah. “Pak Tung akan terbang dari bandara Halim Perdanakusuma.Yang menebar uang nanti beliau sendiri,” kata Siti, seorang staf di TDW Resources, perusahaan konsultan milik Tung, saat dihubungi Surya, Kamis (29/5).

Selain menebarkan uang, kata Siti, dalam kesempatan itu Tung juga akan menyebarkan 1.000 paket undangan seminar tentang buku barunya yang diterbitkan oleh Gramedia itu.

Siti mengatakan, meski mungkin saja bakal menjadi aksi unik pertama kali di Indonesia, bosnya melakukan promosi tersebut dengan tujuan positif. Tung, jelas dia, ingin berbagi pada sesama. Motto TDW Resources sendiri, seperti disebutkan dalam website-nya, adalah  "Semakin banyak memberi semakin banyak menerima".

Tapi kenapa harus dengan menebarkan uang? “Namanya juga promosi. Kami ingin memancing perhatian tapi sekaligus beramal,” jelas Siti.

Untuk mencegah terjadinya kekacauan, pihak Tung berkoordinasi dengan kepolisian. Para karyawan TDW Resources juga akan diterjunkan di area Parkir Timur Senayan guna ikut menjaga kelancaran acara. “Pokoknya, kami akan upayakan aksi ini sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Mudah-mudahan uang yang disebar hanya terbang di kawasan Parkir Timur saja,” harap Siti.

Sebelumnya, pada tahun 2005 ketika meluncurkan buku laris pertamanya Financial Revolution, Tung yang mantan pemimpin bank BCA Malang dan Surabaya juga menggelar aksi unik. Saat itu, Tung menyusuri satu jalan protokol Jakarta, Jl. Sudirman, dengan menunggang kuda sambil melambai-lambaikan poster sampul buku karangannya. Lebih unik lagi, kala itu Tung juga mengenakan baju ala Pangeran Diponegoro berupa jubah dan berblankon.

Cara itu terbukti sukses mempromosikan bukunya, sehingga laku terjual 10.115 eksemplar pada hari itu, mengalahkan peredaran hari pertama buku Harry Potter edisi Indonesia. Langsung saja, penjualan hari pertama itu dicatat oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) sebagai rekor baru.

Padahal, penerbitnya PT Gramedia Pustaka Utama, hanya mencetak 10.000 eksemplar, masih 511 pemesan menunggu cetakan berikut. Tahun 2007 buku setebal 170 halaman itu mengalami cetak ulang ke-8 dengan jumlah total 80.963 eksemplar.

Tung, kelahiran Solo 22 Desember 1967, mengawali karir sebagai pelatih motivasi (motivator) pada tahun 2001 usai keluar dari BCA. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret Solo itu tergerak menekuni dunia motivasi setelah membaca buku karya motivator ternama Amerika Serikat, Anthony Robbins, saat dia mencari obat untuk sakit ayahnya.

Tung pernah dinobatkan sebagai Pelatih Sukses No. 1 di Indonesia oleh majalah Marketing dan masuk dalam salah satu tokoh The Most Powerful People & Ideas in Business 2005 (Majalah SWA). Sebagai pembicara, Tung Desem Waringin telah berbicara kepada lebih dari 100.000 orang di dunia.(SURYA/sko)



Share on Facebook
A A A
Ada 14 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
joni @ Minggu, 1 Juni 2008 | 17:50 WIB
udaaa, dadripada komentar2 yang ga jelas, lu orang mendingan beli bukunya dan segera praktikin! kalo uda berhasil make money, baru tuh duit kasiin ke orng miskin!
maone @ Minggu, 1 Juni 2008 | 06:43 WIB
smoga benar-benaran ikhlas.amiiinn
aan @ Jumat, 30 Mei 2008 | 15:35 WIB
wah motivator kok kayak gtu,. niatnya amal kok malah nyari sensasi... yang wajar aja kang... masih banyak org miskin di indonesia yang menderita karena kenaikan BBM... Kok ini malah buang - buang duit.... sumbangin aja ke org miskin,. gtu aja kok repot....
adezar @ Jumat, 30 Mei 2008 | 15:26 WIB
motivator kok suka sensasi...orang yang aneh
KOHONG @ Jumat, 30 Mei 2008 | 15:22 WIB
Biarkan saja bong, mumpung masih bisa sombong.!!!
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87