Jelang pemecatan Mancini dari Inter Milan
Mancini dan Morrati Bertengkar Hebat
Roberto Mancini (kiri), asistennya Sinisa Mihajlovic (tengah) dan Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, kala masih akrab.

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: views/read_view.php

Line Number: 447

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 477

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Trying to get property of non-object

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/read_view.php

    Line Number: 484

Kamis, 29 Mei 2008 | 20:33 WIB

MILAN, KAMIS – Sebelum pemecatan Roberto Mancini, ternyata diawali sebuah drama menegangkan. Menurut Il Giornale, dalam pertemuan Roberto Mancini dengan pemilik sekaligus Presiden Inter Milan, Massimo Moratti, terjadi pertengkaran hebat yang berlangsung selama 14 menit. Moratti tetap berusaha tenang saat memecat Mancio tapi sang pelatih menanggapi permintaan Moratti itu secara emosional.

Berikut pertengkaran Moratti dan Mancini seperti yang dilaporkan Il Giornale:

Moratti (Mo): "Halo Roberto, apa kabarmu?"

Mancini (Ma): "Saya dalam kondisi sehat, terima kasih."

Mo: "Bagaimana keluargamu?"

Ma: "Baik juga, terima kasih."

Mo: "Roberto, saya harus memberitahukan Anda beberapa berita buruk."

Ma: "Saya sudah mengetahuinya."

Mo: "Saya harus melepaskanmu pergi."

Ma: "Tidak, Anda yang menginginkan saya pergi, itu hal yang berbeda."

Mo: "Tidak, jangan katakan hal seperti itu. Anda tahu, saya telah berbicara dengan para pemain dan ada sesuatu yang tidak beres. Sehingga, lebih baik saya mengubahnya."

Ma: "Jangan katakan seperti ini, Anda sudah mengincar (Jose) Mourinho, sejak Januari lalu."

Mo: "Tidak sama sekali, itu bukanlah seperti yang Anda pikirkan."

Ma: "Tidak! Anda selalu menceritakan pada saya kebohongan itu selama berbulan-bulan. Saya selalu bertindak secara benar dan saya tidak pernah berdusta. Ini adalah keputusan yang tidak bisa saya terima."

Mo: "Kamu bicara soal apa? Jangan berlaku seperti ini, dengarkanlah saya!"

Ma: "Mendengarkan apa? Anda bahkkan tidak merayakan keberhasilan kami merayakan scudetto dalam perayaan seabad Inter."

Mo: "Apa hubungannya? Tenanglah dan mari kita bicarakan dengan baik-baik."

Ma: "Melihat Anda akhirnya memecat saya, saya tidak ingin mendengarkan Anda berbicara lagi."

Mo: "Jangan pergi seperti ini, mari kita berbicara setidaknya mengenai biaya (pisah) yang pantas bagi kepergian Anda."

Ma: "Saya tidak menginginkan uang itu sepeser pun. Anda harus memberikan saya uang untuk kontrak saya selama empat tahun dan saya tidak akan meminta (uang pisah) satu euro pun. Tapi jangan khawatir, Anda akan mendengar hal ini dari pengacara saya nanti. Saya pergi setelah menerimanya."

Roberto Mancini kemudian meninggalakan Massimo Moratti sendirian. Dia sempat melewati beberapa wartawan yang mencoba menanyakan apa hasil pertemuan itu. Tapi, dia tetap diam saja. Dengan muka musam, dia berlalu pergi. Moratti harus membayar Mancini kompensasi dengan jumlah fantastis, sekitar 30 juta euro (Rp436,26 miliar). (GL/YUD)


YUD
Sumber : GOAL
Share on Facebook
A A A
Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
hepy @ Jumat, 30 Mei 2008 | 15:04 WIB
akirnya moratti juga yg nanggung rugi... kehilangan pelatih bagus harus bayar perjanjian kontrak , wes2.... moga aj mourinho pantas untuk menggantikan semua ini.....
Jo @ Jumat, 30 Mei 2008 | 12:25 WIB
Moratti, Mourinho itu terlalu apatis, dan angkuh. Sepertinya gak bakalan berhasil. Tetapi tap Bravo Javier Zanetti Cs.
JO @ Jumat, 30 Mei 2008 | 12:19 WIB
Tetap Semangat Mr. Mancini. Perjuanganmu masih panjang. Sukses bersama Mihajlovic
sen @ Jumat, 30 Mei 2008 | 10:01 WIB
uda sepantasnya mancini dipecat karena dia tidak bisa memberikan Inter permainan yang hebat.. Inter hanya jago di Italia aj, kalo uda di Euro ud kaya tim bego aj... ud bagus banget keputusan Moratti memecat mancini dan lagi dia sangat tidak sopan terhadap bossnya (Moratti).. tapi yang bermasalah adalah kompensasinya, besar banget buat bayar mancini.. ga yakin tuh kata mancini kalo dia ga mao terima sepeser euro pun.. pasti lah dia mao 30 jt nya....
gasim @ Jumat, 30 Mei 2008 | 09:49 WIB
sayang...sumpah sayang..saya gak tau apakah pelatih nanti setelah mancini akan seperti mancini?seharusnya morrati harus bersabar, smua kalau sabar pastie hasilnya memuaskan..saya sebagai internisti merasa kehilangan mancini, saya suka gaya startegi pelatihannya..sesuai dengan perkiraan saya..mancini pelatih terhebat yang pernah saya lihat didalam inter..selamat tinggal mancini..untuk intermilan, smoga keberhasilan qta berlanjut..
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
126