JAKARTA, KAMIS - Menteri Komunikasi dan Informatika M Nuh mengatakan pemberian Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM) kepada mahasiswa tidak dimaksudkan untuk membungkam suara yang menolak kenaikan BBM.
Pemberian ini dimaksudkan meringankan biaya mahasiswa yang dianggap turut merasakan dampak kenaikan BBM. "Itu tidak dimaksudkan agar mahasiswa tidak menyuarakan. Kita tidak pretensi seperti itu," ujar Nuh saat konferensi pers soal penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Jakarta, Kamis (29/5).
Nuh menjelaskan program pemberian beasiswa kepada mahasiswa cuma merupakan salah satu program pemberian beasiswa mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT). Anggaran yang dipersiapkan pemerintah untuk keperluan tersebut tahun 2008 sebesar Rp2,25 triliun. Pemberian tersebut dinilai wajar dan tidak dilakukan secara tiba-tiba.
Pemerintah, dalam hal ini Presiden SBY, mengintruksikan untuk membagikan dana pengalihan subsidi atas kenaikan BBM sebesar 28.7 persen. Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar dalam program Bantuan Khusus Mahasiwa (BKM) yang akan dibagikan mulai bulan Juli kepada 400. ribu mahasiswa dari 83 perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Dana ini akan disalurkan melalui Departemen Keuangan kepada Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Pihak Depdiknas kemudian menyerahkan dana BKM kepada para Rektor untuk dibagikan kepada mahasiswa. Program ini rencananya akan diteruskan tahun 2009 setelah disetujui DPR terlebih dahulu.(SMS)