Mabes Polri: Kalau Tidak Lapor, Tidak Kami Tangani
Minggu, 25 Mei 2008 | 19:10 WIB

 

 

JAKARTA, MINGGU -- Mabes Polri tidak akan menangani kasus pemukulan oleh polisi di kampus Universitas Nasional, Sabtu pagi, jika tidak ada yang melaporkan. Oleh karena itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Abubakar Nataprawira, menyarankan agar para pihak yang merasa terkena tindak anarkis polisi, melapor ke Mabes Polri.

"Kalau tidak ada laporan, bagaimana kami bisa mengusut, siapa yang terkena pukulan dan siapa yang memukul. Kalau ada rekan wartawan merasa dipukul, ya laporkan saja kepada kami," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (25/5) sore.

Sebelumnya, seorang juru kamera salah satu stasiun televisi swasta nasional mengaku sempat menikmati pukulan dari petugas kepolisian saat mengambil gambar. Polisi tersebut tidak terima ketika juru kamera itu mengambil gambarnya saat sedang merusak kendaraan bermotor di sekitar kampus Unas.

Pada hari ini, tuturnya, sudah ada delapan warga yang meminta perlindungan ke Polsek Pasar Minggu dan Polres Jakarta Selatan. Empat orang warga mengadu ke Polsek Pasar Minggu karena merasa dirugikan atas tindakan anarkis mahasiswa, pagi itu. Selain itu , Ketua RT 001, 002, 009, dan ketua RW 010 Kelurahan Jati Padang juga datang untuk meminta perlindungan hukum.

"Kemarin mahasiswa kan menggunakan bom molotov, sehingga kaca dan genting rumah mereka hancur. Laporan itu juga ditembuskan ke Komnas HAM. Kalau wartawan tidak terima, sama seperti mereka, silakan lapor. Kalau tidak ada laporan, kami juga tidak akan mengusut," jelasnya.

 


BOB
Share on Facebook
A A A
Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Ferry Pasaribu @ Senin, 26 Mei 2008 | 09:44 WIB
Maaf Polisi, Anda memalukan! Anda justru meniru apa yang dilakukan oleh para mahasiswa itu. Lalu apa bedanya Anda dengan mereka?? Ingat, Anda itu dibayar oleh para pembayar pajak, termasuk saya. Para pembayar pajak tidak mengharapkan Anda bertindak seperti preman.
abde @ Senin, 26 Mei 2008 | 04:06 WIB
wajarlah mahasiswa banyak yang ngga melapor! soalnya di dunia ini tidak ada pengadilan yang adil, cuma di akhirat. wasalam
setuju @ Senin, 26 Mei 2008 | 02:49 WIB
Setuju dengan bapak Abubakar, kalau mahasiswa yg bertindak anarkis dan rumah penduduk hancur, siapa yg mau ganti rugi??pasti mereka akan minta pemerintah lagi yg mengganti rugi...
Harry SL @ Minggu, 25 Mei 2008 | 22:08 WIB
Tuh ketahuan kan Mahasiswa Unas yang berulah sampai rumah warga sekitar yg jad korban , hayo aktifis / KOMNAS HAM koq cuma diam saja, selidiki pelanggarann HAM yang dilakukan oleh Mahasiswa Unas terhadap warda, baru adil, kalau tidak, percumalah berkoar, ndakm usah digubris deh.
saiful @ Minggu, 25 Mei 2008 | 21:17 WIB
yach kl jadi mahasiswa itu yg di kedepankan yach intelektualnya bukan adu jotos atau adu lempar batu yach itu lah jadinya kita semua kena imbasnya bangsa kita ini lagi sakit. makanya kita harus bangkit dari sakit bukan malah bikin sakit.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87