Menkominfo: BBM Naik untuk Atasi Krismon Kedua
Prof Muhammad Nuh
Video
Minggu, 25 Mei 2008 | 17:38 WIB

SURABAYA,MINGGU - Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Mohammad Nuh menyatakan, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ditempuh pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi kedua.  "Tujuan mengurangi subsidi BBM itu bukan hanya untuk menyelamatkan APBN, tapi ada yang lebih penting dari itu, yakni mengatasi krisis ekonomi kedua," katanya di Surabaya, Minggu (25/5).

Sembari makan bersama dengan 30-an pimpinan dan wartawan dari berbagai media massa, mantan Rektor ITS Surabaya itu mengakui, kenaikan harga BBM memang akan terasa berat pada tahun 2008, namun kondisi di tahun 2009 justru akan menjadi stabil. "Misalnya, kenaikan harga BBM akan menyebabkan tingkat inflasi 2008 mencapai 11,2 persen. Namun inflasi pada tahun 2009 akan menjadi 5,8 persen. Jadi, kita akan susah pada 2008, tapi aman pada 2009," katanya menjelaskan.

Didampingi Kepala Dinas Infokom Jatim, Drs H Suwanto, ia mengemukakan, kondisi itu terjadi, karena kenaikan harga BBM juga diikuti berbagai kebijakan, diantaranya program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) berkisar Rp 3 miliar/kecamatan, Kredit Usaha rakyat (KUR) Rp 5 juta/orang tanpa agunan, dan BLT. "Itu akan berbeda kondisinya bila harga BBM tidak naik, tapi juga tidak ada kebijakan apa-apa. Kalau hal itu yang dilakukan, akan menyebabkan inflasi mencapai 13,2 persen pada 2008 dan 14,6 persen pada 2009. Umpama dibiarkan, Indonesia akan mengalami krisis lagi," katanya menegaskan.

Menurut menteri kelahiran Gunung Anyar, Surabaya itu, pertimbangan serupa juga sudah diamati pemerintah untuk nilai kurs dollar AS, kenaikan jumlah masyarakat miskin, dan prediksi lainnya.  "Kalau BBM dinaikkan dengan diikuti berbagai kebijakan yang membantu masyarakat, maka kemiskinan akan berjumlah 14-16 persen pada 2008 dan 12,5 persen pada 2009, tapi kalau BBM tidak naik dan tidak ada kebijakan apa-apa, maka jumlah orang miskin justru akan mencapai 19,5 persen," katanya.


EDJ
Sumber : ANT
Share on Facebook
A A A
Ada 35 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Rudolf Ds @ Kamis, 26 Juni 2008 | 10:09 WIB
BLT=Balik Lagi Tunai, maksudnya balik lagi tunai ke kantong pemberi Tunai. Jadi tugas pemerintah itu menyiapkan lapangan pekerjaan, sarana atau fasilitas umum. Rakyat yg memberi Tunai ke Pemerintah, jangan sebaliknya Pak..Tolong Pak SBY via menteri, ursin itu fasilitas umum, spy rakyat senang dan bergairah bekerja.
rico @ Senin, 26 Mei 2008 | 12:23 WIB
Gak maslah dinaikkan BBMnya tetapi pemerintah harus menstabilkan harga sembako itu yang PUENTING BANGET.
dani @ Senin, 26 Mei 2008 | 11:25 WIB
Pemerintah tidak mendidik dan tidak kreatif. BLT hanya mendidik rakyat miskin jadi minta minta. Seharusnya uang BLT itu digunakan untuk mencipatakan lapangan kerja untuk rakyat miskin, tapi nyatanya pemerintah tidak bisa menciptakan program padat karya ini karena perlu kerja yg extra keras dr pemarintah. Yg paling gampang ya jalan pintas bagi2 uang aja BLT. masa setiap minyak dunia naik BLT lag.. BLT lagi... emang malas bekerja pemerintah ini TURUN aja lah. MALU...
Dewi @ Senin, 26 Mei 2008 | 11:04 WIB
saya tidak begitu mengerti tentang sebab akibat seperti itu. Tapi apabila seperti yang dikatakan pak mentri itu baik dan sudah dipikirkan matang-matang, saya setuju. tapi tolonglah maksud baik itu disampaikan pada masyarakat luas, agar kami juga mengerti niat dan tujuannya..
novi @ Senin, 26 Mei 2008 | 09:12 WIB
saya setuju dengan tindakan pemerintah, karena saya yakin pemerintah mengambil tindakan itu pasti sudah difikirkan seblumnya dan resiko yang akan dihadapi seperti adanya demo tapi yang juga harus diperhatikan adalah kondisi masyarakat kecil dengan adanya subsidi tersebut
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
16