
JAKARTA, JUMAT - Setelah maju mundur, akhirnya pemerintah memantapkan kehendaknya untuk mengumumkan kenaikan harga BBM secara resmi per 24 Mei besok. Beban hidup yang semakin berat sudah menanti. Pascapengumuman yang dilakukan pemerintah, Kompas.com menjaring tanggapan masyarakat atas kenaikan harga BBM. Mau tahu suara hati rakyat?
"Saya cuma pengen ngucapin, Selamat Pak SBY! Akhirnya berani juga. Berani menyengsarakan rakyat," ujar Dolly, mahasiswa Universitas Sahid, Jakarta Selatan, yang ditemui Jumat (23/5) malam.
Pantauan terakhir, di beberapa SPBU antrean panjang masih terjadi. Sebuah pemandangan rutin, yang selalu terjadi menjelang kenaikan harga BBM diberlakukan.
Panik masyarakat? Sutrisno, karyawan swasta berusia 45 tahun punya jawabannya. "Bukannya panik. Biarpun harus antre lama, kan lumayan bisa hemat uang sampe puluhan ribu. Taruhlah saya isi 30 liter, harga lama 135 ribu (rupiah), harga baru 180 ribu. Nah, 45 ribu (rupiah) lumayan buat beli minyak goreng, Mbak...hahaha," kata Sutrisno yang tengah mengantre di SPBU Penjernihan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat untuk mengisi tangki mobilnya.
Sutrisno menambahkan, setelah kenaikan BBM ini masyarakat harus menyiapkan mental dan kantongnya untuk menghadapi kenaikan harga berbagai kebutuhan hidup. Istilah dia, "Harus siap sport jantung." Itulah pendapat mahasiswa dan karyawan swasta.
Pak Nurjaman, seorang penjual nasi goreng keliling punya komentar lain. "Memang berat semuanya. Tapi kita nggak harus putus asa. Mudah-mudahan tetap ada rezeki, asal tetap berusaha. Pemerintah nggak bisa kasih hidup kita enak, ya kita usaha sendiri ajalah," katanya pasrah.
Ketika ditanya, apakah ia mendapatkan BLT, Nurjaman mengaku tak mendapatkannya, sama halnya seperti tahun 2006 lalu.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |