Selamat, Pak SBY!
Antrean kendaraan di SPBU Jalan Minangkabau, Jakarta Selatan, Jumat (23/5).
Jumat, 23 Mei 2008 | 23:06 WIB

JAKARTA, JUMAT - Setelah maju mundur, akhirnya pemerintah memantapkan kehendaknya untuk mengumumkan kenaikan harga BBM secara resmi per 24 Mei besok. Beban hidup yang semakin berat sudah menanti. Pascapengumuman yang dilakukan pemerintah, Kompas.com menjaring tanggapan masyarakat atas kenaikan harga BBM. Mau tahu suara hati rakyat?

"Saya cuma pengen ngucapin, Selamat Pak SBY! Akhirnya berani juga. Berani menyengsarakan rakyat," ujar Dolly, mahasiswa Universitas Sahid, Jakarta Selatan, yang ditemui Jumat (23/5) malam.

Pantauan terakhir, di beberapa SPBU antrean panjang masih terjadi. Sebuah pemandangan rutin, yang selalu terjadi menjelang kenaikan harga BBM diberlakukan.

Panik masyarakat? Sutrisno, karyawan swasta berusia 45 tahun punya jawabannya. "Bukannya panik. Biarpun harus antre lama, kan lumayan bisa hemat uang sampe puluhan ribu. Taruhlah saya isi 30 liter, harga lama 135 ribu (rupiah), harga baru 180 ribu. Nah, 45 ribu (rupiah) lumayan buat beli minyak goreng, Mbak...hahaha," kata Sutrisno yang tengah mengantre di SPBU Penjernihan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat untuk mengisi tangki mobilnya.

Sutrisno menambahkan, setelah kenaikan BBM ini masyarakat harus menyiapkan mental dan kantongnya untuk menghadapi kenaikan harga berbagai kebutuhan hidup. Istilah dia, "Harus siap sport jantung." Itulah pendapat mahasiswa dan karyawan swasta.

Pak Nurjaman, seorang penjual nasi goreng keliling punya komentar lain. "Memang berat semuanya. Tapi kita nggak harus putus asa. Mudah-mudahan tetap ada rezeki, asal tetap berusaha. Pemerintah nggak bisa kasih hidup kita enak, ya kita usaha sendiri ajalah," katanya pasrah.

Ketika ditanya, apakah ia mendapatkan BLT, Nurjaman mengaku tak mendapatkannya, sama halnya seperti tahun 2006 lalu.


ING
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 79 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
heran @ Sabtu, 24 Mei 2008 | 18:54 WIB
Pak SBY, u always have my vote!! biarin aja org2 yg cmn bisa complain doank tp ga ngerti apa2, someday pas mereka sadar, baru deh gigit jari n telen ludah sendiri..
AIL @ Sabtu, 24 Mei 2008 | 07:42 WIB
kasian yah....pemerintah, dijelekin segitunya sama rakyatnya. tapi kalo BBMnya gak naik trus negara bakalan bangkrut tuk subsidi BBM. Saya akui utk biaya negara ini besar, sementara banyak potensi sumber daya yg belum di kelola, tapi kalo mo kelola kan butuh biaya....diambil dari mana???
AIL @ Sabtu, 24 Mei 2008 | 07:41 WIB
kasian yah....pemerintah, dijelekin segitunya sama rakyatnya. tapi kalo BBMnya gak naik trus negara bakalan bangkrut tuk subsidi BBM. Saya akui utk biaya negara ini besar, sementara banyak potensi sumber daya yg belum di kelola, tapi kalo mo kelola kan butuh biaya....diambil dari mana???
cenglung @ Sabtu, 24 Mei 2008 | 03:11 WIB
Indonesia Ku Tercinta yang ga pernah damai bahkan sejak ditinggal belanda dan jepang,segala sektor amburadul,yg mana semua bersumber dari sektor moral pejabat,semoga kalian para pejabat masih pada punya muka malu pada rakyat sendiri dan dunia internasional...tunggu saya 20 tahun lagi,saya akan contohkan pada kalian bagaimana jadi pemimpin yg hebat seperti RASULALLAH S.A.W....
WS @ Sabtu, 24 Mei 2008 | 03:03 WIB
Gue sih ga salahin pemerintah naikin harga BBM klo emang itu pilihan terakhir yg memungkinkan. Percaya ga anggaran negara di bidang lain ga bisa dihemat lagi? Contohnya aja gaji anggota2 di pemerintahan, angkanya ga masuk akal bung. Indonesia itu kaya, tp knp kita ga bisa mengolah sumber2 itu buat Indonesians? Karena pemerintah ga pernah berpikir panjang, solusi2 yg ada hanya untuk jangka pendek. Pemerintah ga pernah peduli pada rakyatnya, negaranya, dan tanah airnya. WS, Providence RI, USA
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort