
PROBOLINGGO, JUMAT - Kawasan dalam radius empat kilometer dari kawah Gunung Semeru di Jawa Timur berbahaya. Sejak status gunung berapi tersebut dinaikkan dari Waspada ke Siaga per 21 Mei, warga dilarang beraktivitas di kawasan tersebut. Demikian dikatakan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, Nova Elina, saat dihubungi di Lumajang, Jumat (23/5). Larangan ini juga berlaku untuk kegiatan pendakian.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung yang diterima Balai Besar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, aktivitas Semeru mengalami peningkatan sejak 15 Mei. Pada saat status waspada, aktivitas Semeru masih berupa letusan abu setinggi 100-400 meter dengan interval 20-30 menit dan disertai semburan lava pijar. Namun, sejak 15 Mei, kawah Semeru juga meluncurkan awan panas sejauh tiga kilometer. Mulai 15 Mei hingga hari ini tercatat 12 kali terjadi luncuran awan panas.
Daerah yang perlu diwaspadai adalah jalur aliran lahar panas, yakni Daerah Aliran Sungai Besuk Kembar, Sungai Besuk Kobokan, dan Sungai Besuk Bang. Namun demikian, disebutkan Nova, warga sekitar Semeru belum perlu mengungsi. Desa terdekat dari kawah Semeru adalah Dusun Rowo Bawung dan Dusun Supit di Desa Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Jaraknya sekitar sembilan kilometer, sehingga masih berada di luar kawasan berbahaya.
LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |