
SERIBU undangan sudah disebar untuk menghadiri pernikahan Ketua MPR Hidayat Nurwahid dengan Dr Diana Abbas Thalib yang sedianya akan diadakan di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (11/5) nanti. Selain Presiden SBY, Wakil Presiden Jusuf Kalla, politisi serta elit partai politik, Hidayat Nurwahid juga mengundang khusus anak yatim dan kaum dhuafa untuk bisa berbagi kebahagiaan pada resepsi pernikahannya.
Dalam perbincangan khusus dengan Persda Network, Kamis malam (8/5) Hidayat Nurwahid menuturkan, 1.000 undangan yang disebar, dibagi dua jenis. Jenis yang pertama, diperuntukkan bagi para lembaga tinggi negara, duta besar, serta tokoh-tokoh politik termasuk yang hadir pada pemakaman almarhumah istri pertamanya, Hj Kastrian Indriawati yang dimakamkan di TPU Tloyo, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Selasa (22/1/2008). Makam ini terletak sekitar 600 meter arah timur dari rumah Hidayat Nurwahid.
"Nah, selain itu ada undangan juga yang khusus diperuntukan bagi anak yatim dan para kaum dhuafa (fakir miskin). Ada sekitar 250 undangan untuk mereka. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka. 250 dari 1.000 undangan yang diharapkan akan hadir," ujar Hidayat Nurwahid
Melihat kartu undangan pernikahan Hidayat Nurwahid-Diana, desainnya seperti undangan masa kini, warna abu-abu. Tampak depan, dibuat simbol huruf HD yaitu Hidayat-Diana. Undangan keduanya juga diselipkan surat Ar Ruum ayat 21 surat, sama seperti undangan pernikahan bagi kamu muslim.
Ngomong-ngomong soal baju pernikahan nanti, politisi PKS ini mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada calon istri tercintanya untuk memilih. Sedianya, baju pengantin yang akan dikenakannya nanti adalah perpaduan antara kombinasi adat melayu-jawa. Bajunya sudah selesai. Dijahit oleh salah seorang perancang terkenal, langganan Dr Diana di kawasan Jakarta Utara.
"Kemarin, Rabu (7/5) penjahitnya datang ke saya untuk menyelesaikan jahitan akhirnya. Pakaian pernikahannnya mirip-mirip baju adat teluk belanga-lah kalau tidak salah," aku Hidayat.
Apa itu pakaian atau baju Teluk Belanga? Baju Teluk Belanga dikenal pakaian adat melayu atau baju kurung Teluk Belanga. Diyakini sudah direka sejak awal abad ke-18. Penampilan awalnya dikenal pasti sejak wujudnya ketuanan Melayu keturunan Temenggung yang bertapak di Teluk Belanga, Singapura. Berdasarkan sejarah orang Melayu keturunan Temenggung, Bugis Melayulah yang mencipta baju kurung Teluk Belanga ini.Ciri khas baju kurung Teluk Belanga ialah leher baju yang berbentuk bulan-bulan.
Leher baju kurung pula dihiasi dengan sulaman `tikam belut' atau `tulang pari' dan `kancing sebutir'. Baju kurung Teluk Belanga akan dikenakan dengan seluar panjang dan kain samping yang diikat di luar atau di bawah baju. Pakaian tradisional ini masih popular di kalangan masyarakat Melayu Singapura. Pada perayaan Hari Raya dan majlis-majlis perkahwinan, baju kurung Teluk Belanga tetap menjadi pilihan kaum lelaki; baik yang dewasa maupun kanak-kanak.
Lalu, berapa dana yang dihabiskan untuk mendisain baju Teluk Belanga untuk pernikahannya nanti, Hidayat Nurwahid kemudian tertawa kecil, malu untuk mengungkapkannya. Ia pun kemudian berujar, soal baju pernikahan semuanya diatur oleh calon istri tercinta.
"Semuanya yang mengatur adalah ibu Diana. Saya tidak tahu berapa. Yang jelas, kita upayakan pesta pernikahan nanti, tidak terlalu bermewah-mewahan. Tidak berlebihan lah. Dengan mengundang anak-anak yatim dan para kaum dhuafa, pesta pernikahan kami menjadi berkesan bagi kami," lanjutnya. (Persda Network/Rachmat Hidayat)

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |