BANDUNG, KAMIS - Harga bahan bakar minyak harus segera dinaikan. Alasannya, pemerintah tidak bisa menunggu hingga harga minyak du nia mencapai 200 USD per barel. Kalau harga BBM tidak segera naik, dampak negatifnya lebih besar.
Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan hal itu di Bandung, Kamis (8/5). Kalau harga BBM tidak naik, itu sama dengan memberi insentif atas meningkatkan polusi kendaraan bermotor. "Pemerintah tidak konsentrasi terhadap pembangunan infrastruktur kendaraan umum dan tranportasi umum, " ujarnya.
Faisal mengatakan, memang rakyat miskin semakin nestapa dengan kenaikan harga BBM. Namun, kenaikkan harga BBM berarti pemerintah memperoleh kesempatan mengambil subsidi triliunan rupiah yang selama ini hanya dinikmati orang kaya. Dana ini dapat disalurkan kepada rakyat miskin untuk mengurangi beban hidup.
Menurut Faisal, kalau kenaikkan harga BBM ditunda-tunda, rakyat makin sengsara. Jika pemerintah berani menaikkan harga BBM sejak Desember tahun lalu, kenaikannya cukup 10 persen. Namun karena ditunda-tunda terus, kenaikan 30 persen saat ini pun belum sepenuhnya mencapai harga keekonomiannya.
Apalagi, lanjutnya, saat ini pemerintah terlanjur mewacanakan kenaikan harga BBM. Kalau terus ditunda, masyarakat bereaksi. Yang punya 10 jeriken menginap untuk memperoleh BBM, misalnya, tambah Faisal.
Bagi Faisal, pemerintah semestinya memiliki iktikat baik dan berani mengatakan kepada masyarakat bahwa subsidi BBM dihapus. Ini bisa dilakukan secara bertahap selama empat tahun.
Kalau BBM sudah mencapai harga keekonomiannya, kata Faisal, penggunaan energi alternatif seperti biofuel, bio therma dan tenaga surya, semakin marak. Selama ini orang enggan menggunakan energi alternatif karena harganya lebih mahal daripada BBM. "Yang salah bukan energi alternatifnya, tetapi BBM yang harganya terlalu murah sehingga orang enggan meniliti atau menggunakan energi alternatif karena tidak ada insentif," papar Faisal.
Pada saat BBM mahal, Faisal memperkirakan jumlah orang yang menggunakan BBM berkurang. Ini berarti BBM yang tersimpan dalam perut bumi bisa lebih awet. Dengan demikian, generasi berikutnya kemungkunian masih kebagian BBM.
Selain itu, Faisal menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah menaikkan BBM sangat tepat karena dibarengi dengan pemberian bantuan langsung tunai (BLT). Ini bisa menjadi sulusi jangka pendek.
Hanya saja, Faisal menyayangkan pemerintah yang tidak mempersiapkan kebijakan ini secara matang. Kebijakan BLT cenderung reaktif. Sejak Dese mber saya mengatakan harga minyak dunia akan naik dan harga BBM harus naik. Kalau data orang miskin itu sudah disiapkan sejak Januari 2008, kan sekarang sudah bisa menaikkan harga BBM. Nah, saat ini masih menunggu data warga miskin, kata Faisal.
Menurut Faisal, kenaikkan harga BBM juga jangan semata dilihan dari keterbatasan anggaran negara. Sebab, kalau masalahnya semata keterbatasan anggaran masih bisa diatasi dengan penghematan, kenaikan pajak, atau menambah utang luar negeri. Kalau anggaran yang dijadikan alasan, berarti pemerintah kehilangan perspektif, kata Faisal.
Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat bersiap mengamankan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM . Kesiapan ini sudah diinstruksikan ke jajaran kepolisian wilayah kota besar, kepolisian resor, dan kepolisian sektor, kata Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Dade Achmad . Aparat kepolisian diminta untuk menjaga stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) untuk mengatisipasi antrean panjang, pembelian BBM berlebihan, atau pengrusakan SPBU. Gerakan ini juga untuk memberantas penimbunan BBM bersubsidi.