Taufik Kiemas: BLT Bikin Bangsa Jadi Pengemis
Ketua Dewan Pertimbangan PDI-P Taufik Kiemas
Video
Rabu, 7 Mei 2008 | 16:30 WIB

JAKARTA, RABU - Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P Taufik Kiemas mengatakan, pemberian Bantuan Langsung Tunai yang direncanakan pemerintah hanya akan menyebabkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengemis.

Menurutnya, akan lebih efektif jika dana yang dianggarkan untuk BLT dialihkan untuk membeli gabah petani dengan harga di atas harga pasar. "BLT itu tidak efektif, masa bangsa kita jadi bangsa pengemis. Lihat pada berantem (untuk mendapatkan BLT), mungkin niatnya memang baik. Kalau bisa, BLT berapa triliun digunakan untuk membeli gabah rakyat, biasanya Rp 2.000 dibeli Rp 5.000 per kilo. Kalau saya jadi pemerintah, ya sudah cepat saya putuskan," ujar Taufik seusai peringatan HUT ke-1 Baitul Muslimin Indonesia di kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/5).

Dengan diberikannya BLT kepada para petani, lanjut dia, petani akan mempunyai daya beli. Menurut suami Megawati Soekarnoputri ini, menaikkan harga BBM bukanlah jalan satu-satunya. "Masih ada jalan lain yang harus dipikirkan pemerintah," ujarnya tanpa menyebut jalan lain itu.

Sementara itu, Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung menuturkan, sebagai partai oposisi pihaknya meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan menaikkan harga BBM. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih akibat kenaikan harga BBM pada tahun 2005 dan 2006 lalu. Pemerintah juga diingatkan untuk tidak mewacanakan mengenai rencana kenaikan harga BBM. "Kami meminta pemerintah untuk tidak mewacanakan kenaikan itu (harga BBM). Karena, kalau diwacanakan, harga-harga kebutuhan akan naik semua. Keluhan dari masyarakat itu, harga sekarang bukan naik lagi, tapi ganti harga. Kalau naik itu hanya Rp 100, tapi sekarang?" ujar dia. (ING)


ING
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
A A A
Ada 15 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
pratomo @ Senin, 19 Mei 2008 | 08:59 WIB
Blt memang bikin ribut ,masalah , cari musuh dan kolusi ,korupsi baru bagi perangkat desa sampai Rt
bambang @ Kamis, 8 Mei 2008 | 13:12 WIB
pdip cari muka nich sok mikirin rakyat, suka bantu2 rakyat, tapi kalo mau pemilu doang, kalo udah kelar pemilunya udah kelar juga bagi2 bantuan. taudiri dong fik, dulu megawati juga pernah jadi presiden, apa rakyat lebih baikan? omong kosong rakyat cuma anda jadikan alat untuk naik RI 1
anakbawanx @ Kamis, 8 Mei 2008 | 11:20 WIB
Kalo dana BLT dikonversi untuk membeli gabah petani, trus yang pekerjaannya bukan petani, makan dari mana bos ??? Mau gak mau kenaikan BBM harus dilakukan, karena inilah konsekuensi dari ekonomi global. Tapi kalo gak ngikut globalisasi, mungkin indonesia sekarang ini belum ada komputer, handphone atau mobil. Barang2 itu khan dari luar semua teknologinya ? Kalo waktu hidup bisa di rewind, mau pilih hidup di jaman kuno gak ada teknologi ataupun mobil, atau hidup seperti sekarang ini dengan dampak yang sudah sama2 kita rasakan ?
dirto @ Rabu, 7 Mei 2008 | 21:19 WIB
inikan tempat isi uangnya para.......jadi pasti di usahakan jalan trus utk ......jd jgn mimpi kalau itu semua bisa bener. dari dulu sebenarnya kita sudah bisa sejahtera.....hanya saja kita2 itu gampang di bohongi dan di bodohi......jadi dana2 tersebut pasti tetep raib.....
kotadigital.com @ Rabu, 7 Mei 2008 | 19:03 WIB
Jadi selain BLT emang nga solusi laen ya pemerintah..padahal mah dah pinter2 semua yang ada di kabinet...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dalam rangka peringatan HUT Proklamasi RI yang ke 63 Presiden Yudhoyono me...
;
Kompas Mobile1
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort