
JAKARTA, RABU - Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P Taufik Kiemas mengatakan, pemberian Bantuan Langsung Tunai yang direncanakan pemerintah hanya akan menyebabkan bangsa Indonesia menjadi bangsa pengemis.
Menurutnya, akan lebih efektif jika dana yang dianggarkan untuk BLT dialihkan untuk membeli gabah petani dengan harga di atas harga pasar. "BLT itu tidak efektif, masa bangsa kita jadi bangsa pengemis. Lihat pada berantem (untuk mendapatkan BLT), mungkin niatnya memang baik. Kalau bisa, BLT berapa triliun digunakan untuk membeli gabah rakyat, biasanya Rp 2.000 dibeli Rp 5.000 per kilo. Kalau saya jadi pemerintah, ya sudah cepat saya putuskan," ujar Taufik seusai peringatan HUT ke-1 Baitul Muslimin Indonesia di kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (7/5).
Dengan diberikannya BLT kepada para petani, lanjut dia, petani akan mempunyai daya beli. Menurut suami Megawati Soekarnoputri ini, menaikkan harga BBM bukanlah jalan satu-satunya. "Masih ada jalan lain yang harus dipikirkan pemerintah," ujarnya tanpa menyebut jalan lain itu.
Sementara itu, Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung menuturkan, sebagai partai oposisi pihaknya meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan menaikkan harga BBM. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih akibat kenaikan harga BBM pada tahun 2005 dan 2006 lalu. Pemerintah juga diingatkan untuk tidak mewacanakan mengenai rencana kenaikan harga BBM. "Kami meminta pemerintah untuk tidak mewacanakan kenaikan itu (harga BBM). Karena, kalau diwacanakan, harga-harga kebutuhan akan naik semua. Keluhan dari masyarakat itu, harga sekarang bukan naik lagi, tapi ganti harga. Kalau naik itu hanya Rp 100, tapi sekarang?" ujar dia. (ING)

LAYANAN BERITA SMS 9858 XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE |
||
Layanan |
Langganan |
Berhenti |
| Berita Politik | REG POL | UNREG POL |
| Berita Metropolitan | REG METRO | UNREG METRO |
| Berita Breaking News | REG BN | UNREG BN |
| Berita Internasional | REG INT | UNREG INT |
| Berita Ekonomi/Bisnis | REG BIS | UNREG BIS |