Orangtua Cari Soal UN di Kantor Dinas Pendidikan
Rabu, 16 April 2008 | 12:13 WIB

 

YOGYAKARTA, RABU - Ujian Nasional seolah menjadi momok bagi para pelajar dan orangtuanya. Begitu besar keinginan untuk lolos sampai-sampai segala usaha dilakukan, termasuk mencari bocoran soal ujian. Inilah yang terjadi di Yogyakarta. Bila biasanya yang sibuk mencari adalah para siswa, kini orangtua pun tak ketinggalan berburu soal. 

"Kemarin kami didatangi orang tua siswa yang menanyakan soal ujian. Orang tua tersebut rupanya memperoleh informasi dari anaknya bahwa Dinas Pendidikan memiliki soal yang akan diujikan pekan depan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Syamsury, Rabu (16/4). "Itu tentu saja tidak benar. Semua proses pembuatan soal sampai pengiriman dilakukan begitu ketat. Proses percetakanya juga steril dan dijaga petugas," katanya.

Dikatakan Syamsury, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta bertekad memertahankan predikat sebagai penyelenggara Ujian Nasional terbaik tingkat nasional, meski upaya itu cukup berat dilakukan. Sejak beberapa waktu lalu, dinas bersama pihak sekolah dan siswa telah memersiapkan diri, termasuk melakukan tambahan jam pelajaran dan try out.

Menurut Syamsury, memertahankan posisi penyelenggara ujian terbaik cukup sulit karena tidak menutup kemungkinan daerah lain akan mencari-cari kesalahan. "Untuk ujian tahun ini ada tim pemantau independen yang dilakukan oleh dosen perguruan tinggi. Demikian pula kalau ada kebocoran akan ditindak tegas karena hal itu sudah masuk tindak pidana," paparnya di depan anggota Komisi I DPRD Kota Yogyakarta. Artinya, soal bocoran bakal sulit diperoleh sepertinya.


Defri Werdiono
Share on Facebook
A A A
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Noman Triyasa @ Minggu, 14 September 2008 | 19:32 WIB
Dunia pendidikan kita memang sudah sangat aneh. Disatu sisi pemerintah beretorika akan meningkatkan kualitas pendidikan dengan menelorkan aneka kurikulum yang sering gonta ganti. Namun ditingkat pelaksanaan semuanya ketakutan dengan standar kelulusan yang katanya terlalu tinggi. Mereka semua (Kadis,Kepala Sekolah, apalagi orang tua) semuanya ketakutan menerima kenyataan pada Unas banyak siswa tidak lulus. Maka yah.., ditempuh segala cara agar sedapat mungkin semua siswa lulus. Disebarlah jawaban
Reza MSTT @ Rabu, 16 April 2008 | 13:35 WIB
Sebuah cerminan degradasi kepercayaan diri, melambangkan apatisme masyarakat terhadap hidup. Pendidikan seolah2 menjadi satu2nya cara untuk sukses dalam hidup. Padahal, pengembangan skill lebih penting. Tunggu saja.. semua akan berubah..
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
4