Es Dunia Meleleh Lebih Cepat
Gletser Hopar di wilayah Hunza tengah, Pakistan. Lelehan es dengan laju seperti saat ini es Himalaya yang merupakan sumber utama air di Pakistan dan India mungkin hilang dalam 50 tahun mendatang.
Minggu, 16 Maret 2008 | 15:51 WIB

ZURICH, MINGGU - Gunung-gunung es dunia meleleh dalam laju yang amat cepat dan beberapa di antaranya bisa hilang dalam beberapa dekade ke depan, demikian diungkapkan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), Minggu (16/3).

Para ilmuwan yang meneliti kondisi sekitar 30 lapisan es di seluruh dunia menemukan bahwa lelehan es mencapai puncaknya tahun 2006.
 
Oleh karenanya UNEP memperingatkan bahwa kehilangan es lebih jauh bisa berakibat serius, terutama di India, di mana sungai-sungainya bersumber pada lapisan es Pegunungan Himalaya.

Wilayah pantai barat Amerika Utara yang mendapatkan sebagian air dari gletser di jajaran pegunungan seperti Rocky dan Sierra Nevada juga bakal terkena dampak.

Direktur eksekutif UNEP Achim Steiner mendesak pemerintah negara-negara untuk menyepakati langkah-langkah guna mengurangi emisi gas dalam pertemuan internasional tahun depan di ibukota Denmark, Copenhagen.

Rata-rata lapisan es dunia berkurang 1,5 meter tahun 2006. Lelehan terbanyak tercatat di lapisan es Breidalblikkbrea, Norwegia, yang leleh 3 meter tahun 2006, sedangkan gletser Echaurren Norte di Chile adalah satu-satunya yang bertambah tebal.

"Apa yang kami dapatkan ini sepertinya merupakan tren yang tak diketahui kapan berhenti," ujar Wilfried Haeberli, direktur World Glacier Monitoring Service.

Dikatakan Haeberli, es meleleh sekitar 0,3 meter per tahun antara 1980 dan 1999. Namun sejak tahun 2000, lelehan itu meningkat sekitar 50cm.


WSN
Sumber : AP
Nilai 5 A A A
Ada 39 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
Nass @ Jumat, 6 Juni 2008 | 15:40 WIB
Es meleleh akan memicu peningkatan ketinggian air laut, jangan sampe deh kejadian kota teggelam kaya di film "The Day After Tomorrow" bener-bener tejadi, hi syeremm.......
irsan @ Jumat, 23 Mei 2008 | 19:52 WIB
manusia dan alam adl 1 kesatuan, tdk bs dipshkan, so jk kt mcintai alam, alam jg akan mcintai kt, pengagumnya. GO GREEN!!!!
ir. Soebeni-Hatta @ Kamis, 15 Mei 2008 | 15:29 WIB
Berkurang tebal es??Pa yg harus kita lakukan?? Sadar donk!!
Eky Nurrahman @ Minggu, 20 April 2008 | 16:06 WIB
kayaknya Ibu Pertiwi makin susah hatinya
kino @ Kamis, 17 April 2008 | 09:39 WIB
makanya sadar hidup didunia cuma se x az,jangn merusak alam...ingt ank cucu kita mo ditaruh dimana..........
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Kompas Mobile44
LAYANAN BERITA SMS 9858
XL, TELKOMSEL, INDOSAT, FLEXI, FREN & THREE
Layanan
Langganan
Berhenti
Berita Politik REG POL UNREG POL
Berita Metropolitan REG METRO UNREG METRO
Berita Breaking News REG BN UNREG BN
Berita Internasional REG INT UNREG INT
Berita Ekonomi/Bisnis REG BIS UNREG BIS
 

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort