Pakar Gempa: Pusat Gempa Padang Bukan di Zona Subduksi
Gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang wilayah Sumatera Barat, Rabu (30/9) pukul 17.16 WIB. Gempa berpusat 57 km Barat Daya Pariaman di kedalaman 71 km.
Kamis, 1 Oktober 2009 | 09:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 7,6 SR yang memorakporandakan Kota Padang dan Pariaman dan terasa hingga Kuala Lumpur dan Singapura, Rabu (30/9), tidak berpusat di zona subduksi lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Demikian penjelasan Dr Danny Hilman Natawidjaya, pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Gempa yang sekarang pusatnya patahan di kerak yang menunjam di bawah Kota Padang," kata Danny saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/10) pagi. Ia mengatakan, pusat gempa tersebut kemungkinan di ujung patahan jauh di bawah dasar laut.

Hal ini pula yang menurut Danny bisa menjelaskan mengapa gempa sebesar itu tidak sampai memicu gelombang besar. "Pergerakannya dominan horisontal tidak vertikal dan lepasnya lebih dalam sehingga tidak men-create tsunami," jelas Danny.

Meski demikian, Danny mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya tsunami kecil setinggi 20 sentimeter yang terukur di pantai barat Padang. Menurutnya, data memang menunjukkan ada sedikit pergerakan vertikal saat gempa terjadi.

Danny mengakui patahan-patahan seperti itu sulit dideteksi karena sangat dalam dan tidak tampak dari luar. Untuk mendeteksinya perlu radar yang bisa mendeteksi lapisan-lapisan tanah sangat dalam. Selama ini pihaknya fokus mengantisipasi dampak kegempaan di zona subduksi segmen Mentawai yang sudah mengumpulkan energi sangat besar untuk dilepaskan dan paling rawan menimbulkan tsunami.


WAH
Share on Facebook
Nilai 4.11 A A A
Ada 63 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
abdillah @ Minggu, 25 Oktober 2009 | 07:09 WIB
Sudah sejauh mana LIPI menyosialisasikan hasil "fokus mengantisipasi dampak kegempaan di zona subduksi segmen Mentawai yang sudah mengumpulkan energi sangat besar untuk dilepaskan dan paling rawan menimbulkan tsunami? Karena lautan di wilayah itu terbuka ke arah pesisir Sumatera dan Jawa.
Yully @ Rabu, 21 Oktober 2009 | 01:40 WIB
Sy turut brduka atas korban gempa...mgkn TUHAN sdg menyadarkan kt atas dosa2,bagi yg sk brbuat kejahatan bertobatlah sebelum terlambat
Kamto @ Rabu, 14 Oktober 2009 | 12:37 WIB
Gempa PADANG dan bencana bencana sebelumnya selalu ramai dibicarakan
RIA @ Minggu, 11 Oktober 2009 | 19:55 WIB
Saya turut berduka cita....atas bencana di Padang
diaz @ Sabtu, 10 Oktober 2009 | 11:27 WIB
ya TUHAN mngapa bencana it trjdi pd bangsa Q...ap dosa negara ine.
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
89