Sony Jayadi, Nama Lengkap Penyewa Kamar 15
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Nanan Soekarna.
Senin, 12 Oktober 2009 | 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna memastikan nama penyewa kamar kos nomor 15 yang menjadi persembunyian tersangka teroris adalah Sony Jayadi. Hal tersebut semakin memperjelas identitas Sony.

Nanan mengatakan, Sony ditangkap pada Sabtu (10/10) pukul 00.30 di Wisma Takanajuo Jalan Paus No 4 Ulak Karang Padang, Sumatera Barat. Ia ditangkap ketika menjadi relawan korban gempa di Padang.

"Sony sudah ditangkap oleh tim Densus 88 Sumatera Barat di Padang. Sudah diserahkan ke anggota Densus 88 di Jakarta," ucapnya saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Senin (12/10).

Nanan menjelaskan, Sony mengaku sebagai mahasiswa UIN jurusan matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA). Sebelumnya, pihak UIN saat diminta konfirmasi belum dapat memberikan klarifikasi. Sebab, ada dua nama Sony dan tidak ada jurusan MIPA, yang ada fakultas sains dan teknologi.

Ia berperan sebagai penyewa kamar kos di Ciputat atas permintaan Fajar Firdaus yang telah ditangkap lebih dulu di Bekasi. Nanan menjelaskan, Sony mengaku kepada Densus 88 bahwa ia tahu kedua teroris merupakan paman Fajar.

Ia pun pernah ditunjukkan bahan peledak milik kedua teroris. Sony menyewa kamar dengan ongkos Rp 430.000 secara patungan dengan Afam.


C8-09
Share on Facebook
Nilai 5 A A A
Ada 13 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
miris @ Kamis, 15 Oktober 2009 | 10:23 WIB
gw ga pernah 100% percaya dg berita di tipi... moga2 aja, apapun yg bener, itulah yg muncul ke permukaan...
ahmad soleh @ Selasa, 13 Oktober 2009 | 12:36 WIB
apapun yang dilakukan Sony, jelas dia punya alasan yang kuat, seorang kaum intelek tidak mungkin melakukan hal yang tidak diilmuinya, hanya masalahnya, apa yang dia pahami bersebelahan dengan apa yang dipahami oleh sebagian besar orang. kalau dia melakukan hal itu di Palestina sana, dia bukan lagi teroris tapi pejuang sabilillah. The right people in the wrong place.... sodakallahuladzim....
SUTARMAN @ Selasa, 13 Oktober 2009 | 12:06 WIB
KAU MHSWA JG BODOH MASA DPNMU JD SURAMKAN?
Zulhamid @ Selasa, 13 Oktober 2009 | 10:37 WIB
yang pasti, hancurkan terorisme sampai akar-akarnya, termasuk para pendukung, baik dana, moril maupun kata-kata yang bisamencetuskan radikalisme.
ANTIBIADAB @ Selasa, 13 Oktober 2009 | 09:10 WIB
sudah jelas ideologi penjahat teroris, menegakkan ideologi dengan membunuhi orang lemah lagi tidur....Sikap aja habis pak Polisi...demi kedamaian...perdamaian...dan ketenangan...
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
87