Jacko Dimanfaatkan oleh Dokternya
Dipaksakan: Michael Jackson sempat mengira akan mengikuti 10 konser, bukan 50 konser seperti dijadwalkan di Arena O2, London, bulan depan
Minggu, 28 Juni 2009 | 12:08 WIB

KOMPAS.com — Pengacara yang telah lama mendampingi keluarga Michael Jackson, Brian Oxman, menuduh sejumlah agen media dan ahli kesehatan pribadinya berperan dalam penyalahgunaan obat-obatan yang digunakan oleh megabintang itu.

"Penyalahgunaan obat-obatan (untuk mempersiapkan konser kembalinya Jacko ke pentas musik) ini telah saya khawatirkan dan peringatkan pada pihak keluarga (Jacko)," ujarnya.

"Ini merupakan kasus penyalahgunaan obat-obatan kecuali jika memang ada hal di luar itu yang tidak saya ketahui," tuturnya. "Saya tidak tahu seberapa besar dampak obat-obatan itu, tetapi dari berbagai laporan yang kami terima, diketahui sangat besar dampaknya," lanjutnya.

Mantan produser rekaman dan sahabat Jacko, Tarak Ben Ammar, menuduh para dokter megabintang ini memanfaatkan kekhawatirannya yang berlebihan terhadap kondisi kesehatan atau hypochondria.

"Para dokter itu, yang merawatnya sepanjang karier, selain merusak wajahnya juga menawarkannya obat penenang. Jacko adalah pengidap hypochondria dan siapa pun tidak akan mengetahui apabila dirinya sakit jika dikelilingi oleh dokter yang ingin mengeruk keuntungan hingga ribuan dollar lewat obat-obatan dan vitamin yang ditawarkan," ujarnya.

Michael Jackson menggunakan sejumlah obat-obatan beberapa pekan sebelum mengembuskan napas terakhir, Kamis (25/6). Mantan suami Lisa Marie Presley itu ini dilaporkan menggunakan tiga obat penenang dosis tinggi pada saat bersamaan selain sejumlah obat-obatan lainnya. 

Jacko dilaporkan disuntik dengan obat penenang Demerol, obat sintetis sejenis morfin, beberapa saat sebelum ia terjatuh tidak sadarkan diri karena kerja jantungnya mendadak terhenti. Beberapa sumber yang dikutip The Sun mengklaim, Jacko disuntik setiap hari dengan Demerol dan dua penenang lainnya, Dilaudid dan Vicodin.

Delapan jenis obat setidaknya digunakan oleh Jacko menjelang kematiannya, di antaranya pereda kekakuan otot soma, antidepresi Zoloft, dan Paxil untuk mengatasi kecemasan. Obat-obatan itu digunakan Jacko saat ia berupaya menjaga stamina sebelum mengikuti konser di Inggris bulan depan.


JIM
Sumber : The Daily Mail
Share on Facebook
Nilai 4.4 A A A
Ada 41 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
sisca @ Jumat, 3 Juli 2009 | 11:21 WIB
gunakan kata mickail yusuf, hanya malu2in orang muslin aja, pemakaian nama itu ternyata kata rihara jhonson (negro amerika) katanya hanya mengambil hati anak2 kulit hitam di new cersey saja kata pentolan new cersey ini dia agamanya mormon ih ngeri
izah @ Kamis, 2 Juli 2009 | 07:54 WIB
inalillahi wa ina ilaihi rojiun atas berpulangnya Jacko alias Mikael Yusuf.
burstment @ Selasa, 30 Juni 2009 | 12:03 WIB
@grace: ngomong apa sih?? gak lulus bahasa Indonesia ya? MJ, selamat jalan... be peace in heaven!
gie @ Selasa, 30 Juni 2009 | 09:38 WIB
Turut berduka cita untuk Michael Jakcson, yang rumornya sudah masuk Islam berganti nama menjadi mikael, semoga tenang dan menemukan kedamaian yang kamu idamkan yah
Randy mg @ Selasa, 30 Juni 2009 | 09:26 WIB
KING OF POP,, FOREVER
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
25