
![]() |
washington, minggu - Senator Barack Obama semakin memantapkan posisi yang tinggal selangkah lagi menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Ia mendapatkan tambahan dukungan delegasi super dari Nevada, Kansas, dan Maryland. Mereka semula mendukung Hillary, tetapi kemudian memilih Obama.
Kampanye keras Obama, Sabtu (17/5), semakin ditujukan kepada calon presiden dari Republik, John McCain. Adu argumentasi terbuka antara Obama dan McCain itu menunjukkan dua orang ini sudah benar-benar siap bertarung pada pemilihan umum presiden pada November mendatang. Obama juga mengkritik Presiden AS George W Bush.
Di Nevada, Sabtu, Obama berhasil menarik seorang delegasi dari rivalnya, Hillary. Obama mendapatkan lebih banyak pendukung pada konvensi Demokratik di Nevada. Pemilihan di antara lebih dari 2.500 delegasi konvensi Nevada menghasilkan perbandingan 55 persen untuk Obama dan 45 persen untuk Hillary. Hasil itu berarti Obama meraih 14 delegasi dari total 25 delegasi yang menjadi jatah Nevada.
Demokrat di Kansas juga melakukan konvensi akhir pekan lalu dan Obama meraih satu lagi tambahan delegasi. Pada hari yang sama, Obama juga mendapat dukungan dari seorang delegasi super dari Maryland.
Bagi Hillary, berpalingnya sejumlah delegasi kepada lawannya merupakan pukulan yang semakin berat. Peluang mantan ibu negara itu untuk menjadi presiden wanita pertama AS makin tipis.
Beberapa waktu sebelumnya, mantan Sekretaris Kabinet Bill Clinton, Gubernur New Mexico Bill Richardson, dan mantan ketua partai yang ditunjuk Bill Clinton, Joe Andrew, berpaling mendukung Obama. Kerabat dekat keluarga Clinton, George McGovern, juga telah memilih Obama sebagai calon yang dia dukung.
Dengan tambahan dukungan terbaru itu, kekalahan Obama di West Virginia, pekan lalu, tidak berpengaruh besar atas peluang senator kulit hitam itu menjadi capres Demokrat. Obama kini mengumpulkan 1.907 delegasi, sedangkan Hillary 1.718 delegasi. Dengan demikian, Obama masih tinggal mengumpulkan 119 delegasi untuk resmi mengunci peluang Hillary.
Penyebar ketakutan
Dalam upaya untuk menegaskan kekuatannya sebagai capres dari Demokrat, Obama yang akhir pekan lalu berkampanye di Oregon dan Kentucky kini mulai menggarap negara-negara bagian yang pernah dimenanginya, salah satunya adalah Iowa. Ia ingin memperkuat basis pendukung dalam menghadapi calon presiden dari Republik.
”Ini akan menjadi reuni yang menyenangkan dengan setiap orang yang membantu kami memulai pertarungan ini,” kata Obama mengenang kemenangannya pada kaukus di Iowa sekitar lima bulan lalu.
Dalam kampanyenya di Oregon dan Kentucky, Obama menegaskan lagi kebijakan luar negeri McCain yang sama saja dengan yang diterapkan Bush, yaitu menggunakan taktik menebar ketakutan.
”George Bush dan John McCain menghadapi banyak sekali gugatan yang harus dijawab. Jika George Bush dan John McCain ingin melakukan perdebatan mengenai bagaimana melindungi Amerika Serikat, ini adalah sebuah topik perdebatan yang akan dengan senang hati saya lakukan, kapan saja,” kata Obama seperti dikutip The New York Times.
Meski kampanye kandidat presiden dari Demokrat belum sepenuhnya berakhir, Obama sangat yakin hasil dari pemilihan pendahuluan di Kentucky, Oregon, hingga Montana dan South Dakota akan menjadi penutup pertarungannya dengan Hillary.
Jajak pendapat sementara menunjukkan, Hillary unggul di Kentucky yang menyediakan 51 delegasi. Namun, Obama lebih unggul di Oregon yang menyediakan 52 delegasi.
Dalam upaya meraih lebih banyak dukungan, kubu Hillary akhir pekan lalu mengirim Bill Clinton untuk berkampanye atas nama istrinya pada konvensi Demokrat di Nevada. Akan tetapi, dalam kampanye tersebut, Bill lebih banyak menekankan perlunya persatuan Demokrat ketimbang mendorong Hillary. (AP/CNN/OKI)