Senin, 21 Juli 2008
Premium Habis di SPBU Lampung
Kenaikan Harga BBM Diharapkan Jadi Opsi Terakhir
Minggu, 18 Mei 2008 | 00:48 WIB

 

 

 

Bandar Lampung, Kompas - Permintaan masyarakat yang tinggi menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak menyebabkan sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar untuk umum atau SPBU di Lampung kehabisan premium. Saat ini stok premium untuk Lampung di Depot Panjang kosong.

Dari pantauan, Sabtu (17/5), stok premium di sejumlah SPBU di Bandar Lampung habis. Ada SPBU yang kehabisan stok sejak Kamis, ada yang baru kehabisan Sabtu pagi. Jumlah SPBU di Lampung ada 33 buah.

Amir, pengawas SPBU di Palapa, Bandar Lampung, mengatakan, sudah tiga hari ini pasokan premium dibatasi dari dua mobil tangki menjadi satu mobil tangki. Sebaliknya, pembeli dengan mobil yang biasanya membeli Rp 50.000 sekarang membeli setangki penuh. Demikian juga dengan kendaraan roda dua.

Hal sama ditemui di SPBU Pramuka, SPBU Rajabasa, SPBU Jalan Pagar Alam, SPBU Kurungan Nyawa, SPBU Negara Sakti, dan SPBU Gedong Tataan.

Fariz, pedagang bensin eceran di Tanjakan Sukadana Jalan Sawo, mengatakan, sudah empat hari, sejak Pertamina mengeluarkan larangan pembelian dengan jeriken, ia tidak mendapat bensin. Untuk menyiasati, ia membeli bensin dengan sepeda motor, kemudian ia pindah ke jeriken. Bensin eceran ia jual Rp 6.000 per liter. Di pinggir kota, harga bensin eceran mencapai Rp 7.000 per liter.

Wira Penjualan II PT Pertamina Depot Panjang Bandar Lampung Roni Anthoko menyatakan, stok premium untuk seluruh Lampung habis.

Depot Panjang belum mendapat pasokan akibat stok di Depo Plaju Sumatera Selatan kosong. Sementara itu, stok di Balongan, Cilacap, Jawa Tengah, tidak bisa dikeluarkan akibat kerusakan pada sistem pengilangan.

Untuk menambah stok sementara, Lampung akan dipasok dari Depot Tenjung Gerem, Merak, sebanyak 1.800 kiloliter. ”Sabtu sore akan datang,” kata Roni.

PT Pertamina juga mendatangkan premium dari Singapura. Tanker pembawa 21.000 kiloliter premium yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Depot Panjang hari Senin besok.

Stok pertamax di Depot Panjang bisa mencukupi kebutuhan Lampung hingga 40 hari ke depan, sementara itu persediaan solar tinggal untuk empat hari.

Di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu pukul 01.30, polisi menyegel sebuah SPBU. Penyebabnya, menurut Kepala Kepolisian Sektor Purwosari Ajun Komisaris Heri Pudjiono, ditemukan air dalam solar yang dijual SPBU itu. Sehari sebelumnya, dua sopir mobil penumpang umum dan seorang pengendara mobil pribadi melaporkan, kendaraan mereka mogok setelah mengisi solar di SPBU tersebut.

Sementara itu, Kepolisian Wilayah Kedu menyita BBM yang ditimbun di pelbagai tempat di Kota dan Kabupaten Magelang.

Kepala Subbagian Reserse Kriminal Polwil Kedu Komisaris Polisi Bambang Tjahjono, Sabtu, menyatakan, sebanyak 8.000 liter minyak tanah disita dari Sujadi (76), Kamis. Polisi juga menyita 500 liter minyak tanah dari Fatkhurrahman (45), Asmoko (41), Rolis (23), M Anto (48). Dari Yohanes Agus (34) disita minyak tanah sebanyak 750 liter serta dari Sudarman (43), dan Matochri (44) sebanyak 476 liter.

Polwil Kedu menangkap Suripto yang menimbun 200 liter premium. Sabtu, Petugas Polres Magelang membekuk K (37) yang menimbun 300 liter premium.

Kepolisian Kota Besar Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menahan Sup dan Bas karena membawa 5.000 liter solar bersubsidi ke kawasan tambang batu bara di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, 80 kilometer utara Banjarmasin.

Opsi terakhir

Ketua DPR Agung Laksono pada seminar Memperingati Seabad Kebangkitan Nasional di Bandung, Sabtu, menyatakan, pemerintah sebaiknya mengkaji ulang rencana menaikkan harga BBM karena akan makin membebani masyarakat kecil. Pencabutan subsidi BBM hendaknya menjadi opsi terakhir setelah kebijakan strategis lain dilakukan.

Upaya strategis itu, antara lain penjadwalan ulang utang luar negeri, penghematan BBM, pemanfaatan energi alternatif, dan peningkatan produksi minyak mentah secara jangka panjang.

 

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Ginandjar Kartasasmita.

Dalam sambutan yang dibacakan Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam rangka Dies Natalis ke-49 Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan, segenap elemen bangsa menyikapi kenaikan harga BBM secara arif. (HLN/LAS/EGI/WHY/FUL/JON)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort