Senin, 21 Juli 2008
Piala Thomas
Pupus, Harapan Indonesia Meraih Gelar
KOMPAS/DANU KUSWORO / Kompas Images
Taufik Hidayat yang bermain di partai ketiga melawan tunggal Korea Selatan, Lee Hyun-ill, Jumat (16/5), gagal menyelamatkan tim Thomas Indonesia ke partai final. Tim Thomas Korea Selatan yang mengalahkan tim Indonesia, 3-0, akan bertemu China di babak final.
Sabtu, 17 Mei 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas - Harapan besar bangsa Indonesia melihat Tim Thomas menjadi juara tak juga terwujud. Dukungan sedikitnya 8.000 penonton di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (16/5), tak begitu berpengaruh kepada Sony Dwi Kuncoro dan kawan-kawan. Tim Thomas Indonesia gagal di semifinal setelah kalah dari Korea Selatan dengan skor telak, 0-3.

Kekalahan ini bahkan menjadi yang pertama bagi Indonesia dari 10 pertemuan dengan Korsel di ajang Piala Thomas. Pertemuan terakhir terjadi di babak penyisihan grup Piala Thomas 1998 di Hongkong. Korsel akan melawan China di final hari Minggu besok.

Sorak-sorai penonton yang memekakkan telinga dengan meneriakkan kata ”Indonesia, Indonesia!” atau menyebut nama pemain sepanjang pertandingan seolah tak berpengaruh kepada pemain-pemain Indonesia.

Tak hanya kepada kubu Indonesia, gemuruh penonton juga tak berpengaruh kepada Korsel yang datang dengan jumlah pemain pas-pasan. Korsel bahkan terlihat percaya diri ketika memasuki lapangan. Pelatih ganda putra, Ha Tae-kwon, membalas sorakan penonton dengan melambaikan tangan sambil tersenyum kepada mereka.

Tim Korsel bahkan terlihat yakin memenangi pertandingan ketika Taufik Hidayat yang main di partai ketiga baru memainkan game kedua melawan Lee Hyun-ill. Ha Tae-kwon bersalaman dengan beberapa pemain dan memeluk Park Sung- hwan.

Tanda-tanda kegembiraan itu menjadi nyata ketika Taufik tak dapat mengembalikan smes Hyun-ill dan kalah 13-21, 14-21. Seperti ketika mengalami kekalahan di beberapa turnamen, Taufik melemparkan raketnya ke arah penonton.

Kekalahan Taufik tersebut memastikan terhentinya langkah Indonesia di semifinal, sama seperti yang dialami pada Piala Thomas 2006 di Jepang dan 2004 di Jakarta. Meski kecewa, dukungan dari sebagian penonton yang berteriak ”Indonesia, Indonesia!” masih terdengar.

Setelah Sony Dwi Kuncoro kalah di partai pertama atas Park Sung-hwan, 12-21, 21-12, 18-21, Indonesia sebenarnya memiliki harapan untuk memenangi angka pertama dari ganda Lee Yong- dae/Jung Jae-sung.

Namun, Markis Kido/Hendra Setiawan tidak bisa mengimbangi kecepatan Yong-dae/Jae-sung yang terakhir kali mengalahkan Kido/Hendra di Swiss Super Series, Maret lalu. Semalam, Kido/Hendra kalah 19-21, 21-18, 10-21. (ink/bil/was/iya)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort