Sabtu, 30 Agustus 2008
Sriwijaya Fair
Pengunjung Pameran Membeludak
KOMPAS/BONI DWI PRAMUDYANTO / Kompas Images
Herlina (41, kiri) menemani sejumlah pengunjung pameran "Sriwijaya Fair 2008" yang mengunjungi stannya, Jumat (16/5). Perempuan asal Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ini berhasil mengembangkan kerajinan anyam berbahan baku rumput liar.
Sabtu, 17 Mei 2008 | 03:00 WIB

Palembang, Kompas - Memasuki hari kedua, puluhan ribu warga asal Palembang dan luar Palembang terlihat masih memadati lokasi pameran ”Sriwijaya Fair 2008” yang bertempat di kompleks Benteng Kuto Besak ,Kota Palembang, Jumat (16/5). Dari ratusan stan peserta pameran, perhatian mayoritas pengunjung banyak tersedot ke jenis stan kerajinan tradisional, suvenir, perhiasan berbahan baku emas- perak-batu alam, makanan tradisional, dan perumahan.

Pameran Sriwijaya Fair 2008 yang berlangsung 15-21 Mei 2008 ini diikuti 101 stan pameran yang berasal dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar stan pameran dari luar negeri berasal dari lembaga kerajaan dan kedutaan besar, di antaranya Embassy of Rusia, Kerajaan Negeri Malaka, Embassy of Canada, Embassy of South Africa, dan Embassy of Africa. Selain ajang menampilkan produk-produk unggulan, penyelenggaraan pameran yang menjadi bagian dari agenda Visit Musi 2008 ini juga diikuti dengan kegiatan gelar seni dan budaya, pertemuan bisnis, dan arena permainan balon raksasa (8-21 Mei 2008).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sumatera Selatan Abdul Shobur mengatakan, program Sriwijaya Fair 2008 ini merupakan kegiatan yang mengakomodasi tiga sektor sekaligus, yakni perdagangan, investasi, dan pariwisata. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Sumsel sengaja mengundang sejumlah partisipan dari luar negeri.

”Hal ini dilakukan dengan tujuan bisa tercipta iklim dagang yang kondusif dan interaksi positif antarpengusaha dalam negeri, pengusaha-konsumen, serta pengusaha dalam negeri-pengusaha luar negeri,” kata dia.

Membantu UKM

Abdul Shobur menambahkan, target khusus pameran tidak hanya terbatas pada aspek perolehan dana atau transaksi saja. Namun lebih jauh lagi, Abdul berharap kegiatan pameran ini bisa membantu pengusaha kecil dan menengah atau UKM dalam memperluas jaringan pemasaran produk, khususnya ke pasar internasional.

”Negara-negara peserta yang saat ini hadir, seperti Afrika, Afrika Selatan, Malaysia, dan Kanada, sangat sesuai bagi pengusaha UKM lokal untuk menjajaki peluang dan kemungkinan ekspor produk,” tuturnya.

Selain bermanfaat bagi masyarakat karena bisa melihat berbagai jenis produk dari penjuru Tanah Air, pameran Sriwijaya Fair 2008 ternyata juga memberi dampak positif bagi pengusaha makanan, juru parkir, dan pedagang asongan. Nasir (33), juru parkir di Benteng Kuto Besak (BKB), mengaku bisa memperoleh pendapatan bersih Rp 50.000 hingga Rp 60.000 pada hari pertama pameran, kemarin.

Sayangnya, pameran ini membuat lalu lintas macet parah, mulai dari Pasar Sekanak, BKB, hingga Bundaran Air Mancur. (ONI)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort