
![]() |
Malang, Kompas - Badan Liga Indonesia mengumumkan, dari 18 tim yang masuk nominasi, enam tim lolos secara murni ke Liga Super. Keenam tim itu adalah Arema Malang, Pelita Jaya, Persela Lamongan, Persija Jakarta, PSM Makassar, dan Sriwijaya FC. BLI juga mengumumkan, 10 tim lolos dengan catatan dan dua tim gagal masuk Liga Super.
Ke-10 tim yang lolos dengan catatan adalah Persik Kediri, Persiba Balikpapan, Persijap Jepara, Deltras Sidoarjo, Persipura Jayapura, Persib Bandung, Persiwa Wamena, Persitara Jakarta Utara, Persita Tangerang, dan PSMS Medan. Adapun dua klub yang belum mendapatkan lisensi masuk Liga Super adalah Persiter Ternate dan Persmin Minahasa.
”Sepuluh tim yang lolos dengan catatan itu mayoritas karena infrastruktur dan kelengkapan administrasi dan diberi batas waktu sampai 30 Juni,” tutur Ketua Tim Verifikasi BLI terkait Liga Super Joko Driyono, Jumat (16/5) di Hotel Santika, Malang, Jawa Timur.
”Namun, BLI bisa membuat estimasi. Jika BLI mengestimasi stadion itu tidak bakal selesai pada waktunya, minggu depan tim tersebut harus bisa menyebutkan stadion pengganti. Jika tidak bisa, tim tersebut akan gugur,” ujar Joko.
Pada tanggal 27 Mei, BLI sudah akan menetapkan peserta Liga Super sehingga jadwal sudah bisa dibagikan awal Juni. Rekomendasi BLI tersebut akan disampaikan pada PSSI pada Senin depan. Federasi sepak bola Indonesia itulah yang nantinya akan menetapkan ditambah atau tidaknya peserta Liga Super.
”Tetapi bagi BLI, dengan adanya 16 tim ini, sudah cukup untuk bisa menggelar Liga Super,” tambah Direktur BLI Andi Darussalam Tabusalla.
Dengan pertimbangan berjaga- jaga jika PSSI mencari pengganti dua tim yang tidak lolos tersebut, BLI hingga kini melakukan verifikasi pada tujuh tim sepak bola.
Ketujuh tim itu adalah PKT Bontang, Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, PSS Sleman, Persikabo Kabupaten Bogor, PS Semen Padang, dan Persis Solo. Tujuh tim itu menjalani verifikasi BLI pada 13-14 Mei lalu. Pada 22 Mei mendatang akan diumumkan hasil verifikasi BLI tersebut.
Menurut Andi, PSSI diminta untuk mengkaji dan memutuskan peserta Liga Super sebab di BLI sendiri mekanisme untuk itu belum ada aturannya.
”Meski nantinya dari tujuh tim itu ada yang bisa mengantongi lisensi dari BLI, tidak otomatis tim tersebut bisa masuk Liga Super. Sebab, PSSI-lah yang berhak menentukan apakah mereka yang mengantongi lisensi dari tujuh tim itu bisa masuk Liga Super atau tidak?” ujar Joko.
Selanjutnya BLI akan segera membuat badan tersendiri yang akan mengurusi kompetisi Liga Super tersebut. Hal itu sesuai dengan syarat dari AFC. (DIA)