Sabtu, 5 Juli 2008
KILAS EKONOMI
Sabtu, 17 Mei 2008 | 00:45 WIB

Impor Gula China Meningkat

China menaikkan volume impor gula untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. Hingga akhir April 2008, China mengimpor gula sebanyak 270.000 ton atau naik 17,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007. Kontribusi kenaikan impor terbesar terjadi pada bulan April, yaitu sebanyak 140.000 ton atau naik sekitar 120,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan volume impor gula China itu antara lain karena dampak positif pertumbuhan ekonomi negara ”Raksasa Baru” itu. (Dow Jones/MAS)

Nota Kesepahaman IM2 dan Intel

Presiden Direktur PT Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto dan Country Manager Intel Indonesia Budi Wahyu Jati menandatangani kesepakatan kerja sama untuk mengombinasikan komputer berbasis prosesor Intel yang harganya terjangkau, dengan layanan broadband 3.5G dari IM2, Jumat (16/5) di Jakarta. ”Kami menyediakan perangkat komputer, tetapi infrastruktur broadband yang kuat sangat penting untuk meningkatkan kemampuan kompetisi global dari Indonesia. Masyarakat dan industri lokal akan mengambil manfaat dari peningkatan penetrasi internet,” kata Budi Wahyu. IM2 dan Intel juga berencana mencanangkan proyek percontohan penggunaan komputer berkoneksi internet di tiga sekolah yang tergolong berkualitas baik, yakni Labschool, Al-Azhar, dan Penabur. (RYO)

Bantuan Hukum terhadap Pelaku Usaha Perikanan

Pemahaman hukum pelaku usaha perikanan belum memadai sehingga sejumlah pelaku usaha perikanan kerap terjerat pelanggaran aturan perikanan. Berkaitan dengan hal itu, masyarakat perikanan nusantara membentuk badan pembinaan hukum dan advokasi guna memberikan pendampingan dan bantuan hukum bagi pelaku usaha perikanan. Ketua Umum Masyarakat Perikanan Nusantara Shidiq Moeslim mengemukakan, pembentukan badan hukum itu diharapkan mampu menekan pemberantasan ikan ilegal yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam negeri. ”Namun, upaya ini harus ditopang dengan usaha pemerintah memberantas kejahatan perikanan,” katanya di Jakarta, Jumat (16/5). (lkt)

Jerman Impor ”Biofuel” yang Ramah Lingkungan

Setelah Uni Eropa gencar ”menuding” produk minyak sawit asal Malaysia dan Indonesia tidak ramah lingkungan, dengan alasan perluasan kebun sawit menyebabkan kerusakan hutan, kini giliran Kanselir Jerman yang mempersoalkan hal serupa terhadap produk etanol berbasis tebu di Brasil. Kanselir Jerman Angela Merkel, seperti dikutip Reuters, Rabu (14/5), menegaskan, perluasan area perkebunan tebu telah sampai ke hutan Amazon di Brasil. Hal itu akan mempercepat kerusakan hutan. ”Biofuel adalah jalan keluar untuk mengganti minyak fosil, tetapi hanya jika itu diproduksi dengan memerhatikan aspek kelestarian,” kata Merkel di Brasil saat membahas impor biofuel Jerman dari Brasil. Uni Eropa saat ini gencar mempersoalkan produk biofuel dari negara eksportir. Namun, di sisi lain mereka memberikan subsidi pada produk minyak berbasis biji bunga matahari yang memang memungkinkan dikembangkan di negara-negara Eropa. (MAS)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort