
![]() |
|
|
AP photo/Ng Han Guan / Kompas Images
Petugas penyelamat, Jumat (16/5), membawa peralatan saat melewati bangunan utama di sekolah yang hancur total di Yingxiu, Provinsi Sichuan, akibat gempa yang terjadi hari Senin lalu. |
Beichuan, Jumat - Para petugas penyelamat berhasil menarik 17 orang selamat dari reruntuhan bangunan di kota Beichuan, China, yang terparah dilanda gempa bumi. Mereka berharap masih terjadi keajaiban karena ribuan korban telah terkubur lebih dari 72 jam di balik reruntuhan.
Kantor berita Xinhua, Jumat (16/5), melaporkan, seorang anak bisa diselamatkan dari reruntuhan sekolahnya setelah 80 jam terkubur. Petugas penyelamat mendengar suara lemah minta tolong dan segera menuju tempat anak itu terkubur.
”Kemungkinan untuk menyelamatkan mereka yang terkubur masih besar. Menyerah tidak ada dalam kamus kami,” kata seorang petugas.
Petugas penyelamat juga mengangkat dua orang yang terkubur reruntuhan kantor mereka selama 90 jam sejak gempa berkekuatan 7,9 skala Richter mengguncang wilayah barat daya China, 12 Mei. Seorang perawat berusia 23 tahun juga dapat ditarik keluar dari reruntuhan rumah sakit.
Meskipun upaya penyelamatan besar-besaran telah dilakukan, harapan masih ada orang yang bertahan hidup semakin menipis. Presiden Hu Jintao yang mengunjungi lokasi bencana di Provinsi Sichuan, Jumat, mengatakan bahwa upaya penyelamatan memasuki ”fase paling krusial”.
”Tantangan masih berat. Tugas masih banyak dan waktu sangat sempit,” ujar Hu.
Hingga kini sudah 22.069 orang dipastikan tewas di Sichuan. Masih ada sekitar 14.000 orang tertimbun puing-puing bangunan. Otoritas mengatakan bahwa sebanyak 27.560 orang diangkat dari reruntuhan dengan selamat.
Di tanah lapang
Akibat gempa, sekitar 4,8 juta orang di Sichuan kehilangan tempat tinggal. Mereka terpaksa tinggal di tempat-tempat penampungan sementara atau tidur di tanah lapang. Di kota Mianyang, korban selamat terpaksa menyesaki sebuah stadion olahraga.
Sebuah gempa susulan berkekuatan 5,5 skala Richter di kedalaman 10 kilometer di bawah tanah kembali mengguncang Sichuan, Jumat, hanya 50 kilometer dari pusat gempa utama. Gempa susulan itu memicu tanah longsor yang mengubur sejumlah kendaraan dan kembali memutus akses ke daerah bencana.
Militer China terus menambah kekuatan upaya penyelamatan dan mengirimkan pesawat pengangkut tambahan, helikopter, dan pasukan. Bantuan makanan, obat-obatan, pakaian, dan selimut sudah diterjunkan ke daerah bencana.
Tentara juga sudah mulai membersihkan puing-puing, memperbaiki jembatan, mencari korban di reruntuhan, dan melarikan korban ke rumah sakit.
Sejauh ini, tim relawan dari Jepang, Singapura, Korea Selatan, dan Rusia telah tiba di lokasi bencana. Mereka membawa anjing pelacak, sistem detektor kehidupan, dan pemotong hidrolis. Tim penyelamat dari Taiwan dan Hongkong tengah menuju China.
Pemerintah China juga mengadakan penyelidikan apakah faktor pengerjaan konstruksi di wilayah gempa menjadi penyebab 80 persen bangunan di wilayah itu hancur akibat gempa. Otoritas memperingatkan bahwa pengembang yang bersalah akan menghadapi hukuman berat. (ap/afp/reuters/fro)