Sabtu, 30 Agustus 2008
KILASAN KAWAT SEDUNIA
Sabtu, 17 Mei 2008 | 00:36 WIB

New Delhi

Kehidupan yang ekstra kejam di India tergambar dari kematian tragis Sanichar Toppo (35) dan putrinya berusia empat tahun. Laporan kantor berita India, Press Trust of India (PTI), Kamis (15/5), Toppo dan putrinya menumpang bus dari Desa Talpatia di Negara Bagian Orissa. Tetapi, saat kondektur menagih ongkos, Toppo yang miskin ini hanya mampu membayar 8 rupee atau sekitar Rp 200, kurang dari harga tiket yang seharusnya 10 rupee. Kondektur tetap menuntut dia membayar 10 rupee, tetapi Toppo menggeleng tak punya uang lagi. Kondektur yang kesal dan tak punya belas kasihan ini langsung mendorong bapak dan anaknya ke luar bus saat sopir bus tancap gas. Tragisnya, kedua terguling dan disambar roda belakang bus sehingga tewas seketika. Penumpang dan penduduk Desa Talpatia yang marah melihat kejadian ini langsung menyerang sopir dan kondektur bus. Bus kemudian berubah menjadi rongsokan arang setelah dibakar. Beruntung, polisi segera tanggap serta mengamankan sopir dan kondektur yang kini terancam tuduhan pembunuhan tak berencana. Negara Bagian Orissa termasuk salah satu yang termiskin di India, dengan mayoritas dari 37 juta penduduknya berada di bawah garis kemiskinan. Gambaran kejamnya kehidupan.

Miami

Peringatan bagi mereka yang ingin tinggal di kawasan Florida. Frank Mazzotti, profesor Sains Pertanian dan Pangan di Universitas Institut Florida, yang selama dua tahun melakukan penyelidikan di sana, Kamis (15/5), mengemukakan, ular piton raksasa yang bisa menelan anjing akan menjadikan Florida selatan yang penuh rawa-rawa sebagai tempat berkembang biak. Bahkan, buaya raksasa alias aligator juga berpotensi berkembang biak di sana. Menurut Mazzotti, perkembangan yang berbahaya ini bahkan bisa mengancam negara bagian lainnya, termasuk Florida utara, Georgia, dan Louisiana. ”Piton bahkan akan menguasai wilayah di mana aligator berada,” ujar Mazzotti. Hasil studi yang muncul di situs web universitas ini menjelaskan, piton-piton ini sebagian besar asli Myanmar yang semula dibawa warga sebagai binatang piaraan, tetapi lepas ke rawa-rawa di sana. Tahun 2002-2005, petugas menangkap 201 piton. Namun dalam dua tahun ini sudah 418 piton yang ditangkap. Piton terbesar punya panjang lima meter dan berat 70 kilogram. (Reuters/AFP/ppg)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort