Senin, 21 Juli 2008
Komunitas Lintas Agama Harus Jaga Bangsa
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO / Kompas Images
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi menerima kunjungan 45 imam diosesan yang tergabung dalam Unio Indonesia di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (16/5). Pertemuan itu digunakan untuk bertukar pengalaman dan membahas berbagai masalah bangsa, terutama hubungan antar- umat beragama.
Sabtu, 17 Mei 2008 | 03:00 WIB

Jakarta, Kompas - Menguatnya fundamentalisme agama harus segera diatasi semua organisasi agama-agama. Keutuhan Indonesia sebagai bangsa yang dibangun atas pluralisme harus tetap dijaga.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat menerima kunjungan 45 imam diosesan atau imam praja dari 25 keuskupan se-Indonesia di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (16/5). ”Era keterbukaan membawa masuknya berbagai faham agama ke Indonesia yang tidak hanya membawa ajaran agama, tetapi juga gerakan politik,” ujarnya.

Ke-45 imam diosesan yang tergabung dalam Unio Indonesia itu rata-rata telah lebih dari 25 tahun mengabdikan diri. Kunjungan yang dipimpin Ketua Unio Indonesia Romo S Ferry Sutrisna Wijaya Pr itu dimaksudkan untuk bertukar pikiran dan pengalaman mengenai berbagai persoalan agama dan bangsa.

Menurut Hasyim, gerakan agama dan politik transnasional yang masuk itu umumnya tidak mengakui Pancasila dan UUD 1945. Mereka hanya memahami agama sebagai nilai universal, tetapi mengabaikan konteks lokal yang berbeda di setiap negara.

”Organisasi lintas agama yang nasionalistik harus bekerja sama menjaga Indonesia yang telah susah payah dibentuk dan dipelihara hingga kini. Nilai-nilai keindonesiaan tidak boleh tergantikan dengan faham-faham keagamaan yang belum tentu cocok,” kata Hasyim.

Untuk mewujudkan persaudaraan sejati di antara sesama umat beragama di Indonesia, lanjutnya, hubungan antaragama tak dapat dilakukan hanya dengan berpura-pura atau formalisasi semata.

Dengan nilai-nilai universal yang dimiliki setiap agama, umat beragama harus membangun tatanan sosial bersama dalam hidup berbangsa.

Romo Marcel Bria Pr dari Keuskupan Atambua mengatakan, umumnya hubungan antarumat beragama di daerah berlangsung dengan baik.

Hasyim mengatakan, NU dengan organisasinya yang ada di kabupaten siap membantu menyelesaikan berbagai persoalan terkait pendirian rumah ibadah agama lain. NU akan membantu menyelesaikan persoalan yang ada secara persuasif dengan masyarakat sekitar. (MZW)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort