
![]() |
Pekanbaru, Kompas - Semakin dekat rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak agaknya membuat warga semakin nekat. Sekelompok warga kota Dumai, Provinsi Riau, Jumat (16/5), nekat menjebol pipa penyaluran minyak solar dari kilang Unit Produksi II Pertamina Dumai menuju Depot Tangki Timbun Unit Pemasaran Minyak dan Solar di kota itu.
Hardiansyah, Kepala Unit Pemasaran Minyak dan Solar (UPMS) Dumai, saat dihubungi Kompas pada hari Jumat, mengungkapkan, penjebolan pipa minyak itu terindikasi niat mencuri bahan bakar solar yang mengalir lewat pipa minyak itu. Dari lokasi kejadian di kawasan Bukit Batrem, Kelurahan Bukit Jin, Kecamatan Dumai Timur, itu ditemukan sejumlah selang, alat bor tangan, dan pompa sedot yang berserakan di tanah.
”Kalau dilihat di lokasi, indikasinya pelaku ingin mencuri minyak solar dari pipa secara langsung. Namun, karena tidak mampu mengatasi kebocoran, pelakunya melarikan diri,” kata Hardiansyah.
Hardiansyah mengatakan belum mengetahui apakah si pelaku sudah berhasil mengambil minyak dari pipa yang jebol itu. Sampai kemarin sore, lokasi jebolnya pipa masih dijaga oleh petugas polisi dari Polsek Dumai Timur.
”Kami belum tahu apakah polisi sudah menemukan tersangkanya atau belum,” kata Hardiansyah.
Hardiansyah menambahkan, peristiwa jebolnya pipa minyak solar itu diketahui berkat laporan masyarakat setempat pada Jumat pagi.
Pelaku penjebolan pipa diduga berjumlah lima orang yang baru menyewa sebuah rumah yang tidak jauh dari lokasi.
Saat pipa itu jebol, terjadi semburan minyak solar yang tidak mampu dikuasai oleh pelaku. Pelaku kemudian meminta bantuan masyarakat setempat untuk menutup pipa, tetapi penutupan pipa tidak mampu dilakukan karena tekanan minyak dari pipa terlalu keras.
Beberapa saat kemudian, para maling itu melarikan diri, sementara masyarakat melaporkan kejadian kepada polisi.
Akibat jebolnya pipa minyak itu, suplai minyak ke Depot UPMS Dumai sempat dihentikan selama enam jam. Pipa yang bocor untuk sementara ditambal seperlunya agar dapat mengalirkan minyak kembali.
”Penambalan pipa yang kami lakukan sebenarnya sudah dapat berfungsi secara permanen, tetapi masih dapat dibuka-tutup secara manual. Kami menunggu penambalan yang betul-betul permanen,” katanya. (SAH)