
![]() |
|
|
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG / Kompas Images
Pengeringan |
Matahari hampir tepat di atas ubun-ubun saat beberapa orang paruh baya menata tanah liat yang dibentuk menjadi balok dan menatanya di pinggiran sawah di kawasan Dusun Ledug, Purwokerto, Jawa Tengah. Sengatan matahari yang membakar kulit tidak dihiraukan.
Setiap hari mulai dari pagi hingga menjelang senja mereka berada di tempat itu dan bergelut dengan tanah basah. Pekerjaan ini telah mereka lakukan puluhan tahun. Para pekerja mengolah tanah liat untuk dibuat menjadi bata merah.
Seluruh proses pembuatan dilakukan secara manual, mulai dan mencangkul tanah, mencampur dengan air, mengaduk, mencetak, hingga menjemur tanah. Proses tersebut berlangsung hingga satu minggu sebelum tanah liat kering.
Proses terakhir adalah membakar. Bata merah yang sudah dijemur kering dibakar selama beberapa pekan hingga berwarna sebelum siap dijual. Bata merah kualitas ”lumayan itu” banyak dibeli oleh toko-toko bangunan di sekitar kawasan tersebut.
Tanah yang mengotori tu- buh para pekerja seolah men- jadi sahabat. Bagi mereka, ta- nah adalah sumber kehidupan. Dari membuat bata merah, mereka bisa bertahan hidup di tengah semakin mahalnya harga-harga barang.(Yuniadhi Agung)