Rabu, 8 Oktober 2008
Buruh Menganggur
Kapal Tri Star 3 dan Tri Star 10 Berpindah Kepemilikan
Kompas/Boni Dwi Pramudyanto / Kompas Images
Petugas Dinas Perhubungan Kota Palembang memeriksa kelengkapan truk pengangkut sepeda motor sebelum masuk ke kapal, Minggu (11/5) di Pelabuhan 35 Ilir, Palembang. Selama hampir dua pekan ini, kegiatan bongkar muat barang ke Pulau Bangka menurun.
Senin, 12 Mei 2008 | 01:28 WIB

Palembang, Kompas - Ribuan buruh harian di Palembang dari usaha bongkar muat barang, jasa pengiriman barang, dan pengangkutan barang menganggur selama hampir dua pekan. Hal ini karena sebagian besar pengusaha di Palembang menunda aktivitas pengiriman barang ke Pulau Bangka.

Dari pantauan Kompas di Pelabuhan 35 Ilir dan Pelabuhan Boom Baru, Kota Palembang, Minggu (11/5) siang, tidak tampak kesibukan para awak truk dan buruh angkut yang melakukan aktivitas bongkar muat barang dagangan.

Di Pelabuhan 35 Ilir, antrean truk muatan barang menuju ke Pulau Bangka juga tidak terlihat padat seperti biasanya. Saat itu, antrean truk muatan kurang dari 10 unit.

Menurut Tarnasdi (34), buruh harian asal Palembang, yang biasa menawarkan tenaga bongkar muat kepada awak truk di Pelabuhan 35 Ilir, sudah hampir dua pekan ini aktivitas bongkar muat di Pelabuhan 35 Ilir turun drastis.

”Penurunan jumlah truk angkutan bahan pokok dan barang di pelabuhan menyebabkan sebagian besar buruh angkut menganggur. Hanya beberapa kawan yang bisa kerja, itu pun jarang,” kata Tarnasdi.

Kepala Seksi Hubungan Laut, Angkutan Sungai, dan Kereta Api Dinas Perhubungan Kota Palembang Said Albar membenarkan adanya penurunan muatan dari Palembang ke Bangka. Dia mengatakan, penurunan tajam pengiriman muatan dari Pelabuhan 35 Ilir ini akibat ketidakjelasan pemerintah menetapkan kepastian hari dan tanggal kenaikan harga BBM.

Dijelaskan, ketidakpastian kebijakan itu membuat sebagian besar pengusaha bahan pokok dan jasa angkutan pengiriman tidak berani berspekulasi sehingga sebagian besar dari mereka memilih untuk menunda dulu pengiriman muatan bahan pokok dan barang sebelum ada kepastian waktu dari pemerintah.

Pindah kepemilikan

Said juga menjelaskan, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan 35 Ilir tidak menumpuk meskipun pada saat yang bersamaan kapal Tristar 3 dan Tristar 10 berhenti beroperasi. Kedua kapal itu berhenti beroperasi untuk sementara karena ada pengalihan kepemilikan.

”Penumpukan penumpang juga tidak terjadi karena jumlahnya per hari turun,” kata Said.

Menurut petugas pemeriksaan kelengkapan kendaraan dari Dinas Perhubungan Kota Palembang yang enggan disebutkan namanya, hari ini semua antrean truk muatan barang dari 35 Ilir ke Pelabuhan Mentok di Pulau Bangka bisa terangkut.

”Biasanya, pada satu kali pemberangkatan ke Bangka dengan kapal feri pasti ada puluhan truk yang tidak terangkut karena saking banyaknya antrean,” katanya. (ONI)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort