
![]() |
Truk Hajar Warung dan Warga karena Rem Blong
Diduga rem blong, truk bermuatan batu kerikil menabrak beberapa tempat usaha di Jalan Raya Cagak, Kampung Pajaungan, Desa Kalong I, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/5) malam. Akibat kecelakaan itu, satu warga tewas, tiga orang luka berat, serta beberapa tempat usaha dan tiga motor hancur diseruduk. Sementara sopir truk, Iwan Setiawan (33), kini ditahan di Polres Bogor. Korban tewas adalah Enday Hidayat alias Dede (20), petugas toko telepon seluler. Saat kejadian, ia tengah duduk di depan tokonya, menunggu rekannya yang akan menggantikan dirinya bertugas. Tiga korban yang mengalami luka berat, Eka (20), Meri (30), dan Lena (10), kini dirawat di RS PMI Bogor. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 19.00. Truk yang dikemudikan Iwan melaju dari arah Cigudek menuju Leuwiliang. Saat dekat persimpangan Leuwisadeng, laju truk mulai oleng. Seorang tukang ojek mencoba mengejar truk, tetapi rem truk tidak berfungsi sehingga Iwan tak bisa mengendalikan truk. (rts)
Peminat Biopori Tinggi, Harga Alat Pelubang Naik
Seiring makin banyaknya warga yang berminat membuat lubang biopori di halaman rumahnya, harga bor atau tongkat besi untuk membuat lubang biopori makin naik. Kepala Seksi Penanggulangan Kerusakan Sumber Daya Alam Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Edy Suhaedi, Minggu (11/5), mengatakan, harga bor biopori saat ini mencapai Rp 200.000 per buah. Padahal, beberapa pekan lalu harganya masih Rp 175.000 per buah. ”Saat ini di Jakarta Pusat sudah dibuat lebih dari 3.000 lubang biopori yang tersebar di delapan kecamatan. Namun, permintaan warga untuk membuat lubang biopori terus berdatangan,” kata Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni, Minggu. (NEL)
Ditangkap karena Simpan Dollar AS Palsu
Seorang ibu rumah tangga bernama Rina Mujiati (47), penduduk Desa Pasir Eurih, Kecamatan Cisata, Pandeglang, Banten, Minggu (11/5), dimintai keterangan polisi karena menyimpan 504 lembar uang dollar AS atau yang diduga palsu. Uang palsu pecahan 100 dollar AS itu sudah tiga tahun disimpan di ruangan kosong di rumahnya. Saat ditemukan sekitar pukul 03.00, lembaran dollar AS palsu itu terbungkus plastik hitam. Terdiri dari lima gepok, masing- masing berisi 100 lembar uang dollar AS palsu. Polisi juga menemukan satu lembar uang Brasil asli dan empat lembar uang dollar AS palsu, yang berada di luar bendel. Saat diperiksa, Rina mengaku tidak tahu jika bungkusan yang disimpannya berisi uang dollar AS palsu. Hal itu dia ketahui setelah polisi menggeledah rumahnya kemarin. (nta)