Sabtu, 5 Juli 2008
Sudan
Chad Sesalkan Pemutusan Hubungan
Senin, 12 Mei 2008 | 00:10 WIB

N’DJAMENA, Minggu - Pemerintah Chad, Minggu (11/5), mengaku terkejut dengan keputusan Sudan memutuskan hubungan diplomatik dengan negara itu. Mereka sangat menyesalkan keputusan tersebut.

Pernyataan Pemerintah Chad itu disampaikan menyusul keputusan Sudan memutuskan hubungan diplomatik kedua negara, Minggu, setelah terjadinya serangan kelompok pemberontak Darfur ke ibu kota Khartoum, Sabtu. Kelompok pemberontak itu diyakini Pemerintah Sudan mendapat dukungan dari elemen di Pemerintah Chad.

”Kami dipaksa memutuskan hubungan diplomatik dengan rezim di Chad,” kata Presiden Sudan Omar al-Bashir di televisi pemerintah, segera setelah terjadinya penyerangan di Omdurman, wilayah pinggiran ibu kota Khartoum yang berada di seberang Sungai Nil.

Pemerintah Sudan mengatakan, mereka berhasil memukul mundur serangan Gerakan Keadilan dan Kesetaraan (JEM), yang dituduh mendapat dukungan dari Chad. Serangan JEM ke ibu kota Sudan itu mengejutkan dan menunjukkan rencana sungguh-sungguh mereka untuk menjatuhkan rezim di Sudan.

Bashir mengatakan, para penyerang yang bergerak cepat melintasi wilayah gurun pasir sejauh 600 km dan melakukan serangan mendadak di pinggiran barat Khartoum dipimpin Khalil Ibrahim, pemimpin JEM.

Pemerintah Chad sejak hari Sabtu secara resmi membantah terlibat dalam aksi penyerbuan JEM dan mengecam serangan militer tersebut.

Namun, sejumlah pengamat meyakini Chad kemungkinan mendukung JEM sebagai balasan atas serangan ke ibu kota Chad, N’Djamena, tiga bulan lalu.

”Setidaknya ini bagian dari balasan atas dukungan NCP (partai berkuasa Sudan) terhadap para pemberontak di Chad, yang hampir menggulingkan Pemerintah Chad, Februari lalu,” kata Amjad Atallah dari Koalisi Selamatkan Darfur. (AP/AFP/Reuters/OKI)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort