Sabtu, 5 Juli 2008
REDAKSI YTH
Senin, 12 Mei 2008 | 00:01 WIB

Surat untuk Redaksi YTH hendaknya dilengkapi fotokopi KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku. Kompas tidak mengembalikan surat-surat yang diterima.

Jalan Layang Tol Bergelombang

Hari Sabtu, 19 April 2008, sekitar pukul 20.00 WIB saya dan keluarga mengunjungi kakak di daerah Serpong, Tangerang. Dari rumah di kawasan Sunter, Jakarta Utara, saya langsung masuk tol arah Tangerang lalu keluar tol karena sedang ada perbaikan jalan, dan kemudian masuk lagi jalan tol ke arah Tangerang melalui jembatan layang triple decker depan Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Melintas di jalan layang tersebut sungguh suatu pengalaman yang mendebarkan sekaligus mengkhawatirkan. Selain memang jalan layang tersebut sangat tinggi, jalannya bergelombang parah dan di beberapa bagian juga berlubang serta retak-retak. Yang paling mengkhawatirkan bagi saya sekeluarga saat itu adalah sebuah truk besar yang berjalan tepat di depan mobil yang saya kendarai.

Truk itu bermuatan berat, entah apa isinya karena tertutup, dan sangat terasa getarannya sampai di dalam mobil saya. Padahal, biasanya saya tidak terlalu khawatir bila saat melintas di jalan layang dan terasa getaran saat truk atau kontainer bermuatan berat lewat, tetapi kali ini terasa sangat kuat getarannya.

Mohon pihak terkait dapat melakukan perbaikan atas kondisi jalan tersebut serta dilakukan tes dan uji kelayakan ulang terhadap jembatan tersebut sebelum hal-hal yang tidak diinginkan atau musibah terjadi karena potensi kerugiannya akan sangat besar, terutama menyangkut nyawa manusia. Dedy Ismanto Jalan Papanggo II, Tanjung Priok, Jakarta

Mesin EDC Bank Mandiri

Di bengkel mobil dan cuci steam Mandiri Jaya di Jalan Dewi Sartika No 102, Bekasi, milik famili saya (Harry Kuntaji), pelanggan membayar dengan menggunakan mesin EDC Bank Mandiri. Ini dimaksud untuk menjamin keamanan uang kas bengkel karena secara otomatis tercatat oleh pihak Bank Mandiri.

Secara berkala uang tersebut ditransfer ke rekening yang direkomendasikan oleh bengkel Mandiri Jaya. Namun, anehnya banyak transaksi pembayaran belum ditransfer sampai beberapa bulan ke rekening yang direkomendasikan oleh bengkel Mandiri Jaya. Antara lain pada tahun 2007 tanggal 30 Mei dan 5 Desember, dan pada tahun 2008 tanggal 3 Januari dan 20 Februari.

Boleh jadi masih banyak yang belum diketahui. Saya belum melakukan cross check terhadap semua transaksi yang terjadi. Yang sudah ketahuan baru dari Visa Card Bank Mandiri. Yang dari MasterCard Bank Mandiri belum diketahui. Pada mesin EDC bank lain yang juga digunakan bengkel Mandiri Jaya tidak terjadi kesalahan seperti ini. Tentu ini sangat merugikan pengguna mesin EDC Bank Mandiri. Belum lagi sikap tidak simpatik karyawan Bank Mandiri yang tidak menghargai nasabah dengan mendiamkan masalah ini meskipun sudah menerima laporan.

Petugas Bank Mandiri tidak beritikad baik dan segera menyelesaikan masalah, tetapi sebaliknya famili saya yang melaporkan melalui Help Desk 500333 malah dipingpong (oleh J dan F), yang katanya sudah senior. Mohon supaya manajemen Bank Mandiri memperlakukan nasabah dengan baik karena ada indikasi unsur kesengajaan oleh oknum Bank Mandiri. Moh Budhi Wiyono Jalan Rajawali V No 1 Perumnas I Bekasi 17144

Data Nasabah Diperbaiki

Berkenaan dengan surat di Kompas (1/3) ”Iuran Gratis Tahunan Kartu Kredit Berbuntut Masalah” yang disampaikan oleh Bapak Handyanto Tantoso, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan. Keluhan sudah ditindaklanjuti dan permasalahan iuran tahunan kartu kredit Bapak Handyanto Tantoso sudah selesai.

Kami juga sudah melakukan tindak lanjut agar data nasabah pada sistem informasi debitor Bank Indonesia dapat diperbaiki. Permasalahan sudah diselesaikan. Arif Yulianto Kepala Divisi Kualitas Pelayanan PT Bank UOB Buana Tbk

Esia dan Citibank 1 Bill

Saya pelanggan pascabayar Esia Corporate (021-92988198 dan 92831783). Tanggal 19 Februari 2008 hand phone saya (021 92988198) hilang, dan saat mau mengambil kembali nomor hand phone membuat saya kaget karena nomor sudah terblokir disebabkan ada tunggakan tagihan sebesar Rp 2.315.000.

Padahal, saya selalu membayar semua tagihan bulanan, baik dari Telkom, PLN, PAM, dan juga untuk kedua nomor Esia itu, dengan menggunakan fasilitas Citibank 1 Bill (Nomor kartu: 5401 8401 1162 38xx), dan sampai saat ini tidak bermasalah.

Setelah saya coba cross check dengan Esia Gerai Roxy, Jakarta, (lewat Bapak Dinka) dijelaskan, ada tagihan sebesar itu karena kesalahan sistem Esia. Tagihan itu merupakan akumulasi bulan-bulan sebelumnya dan dijanjikan untuk ditindaklanjuti. Namun, saya tidak dihubungi kembali.

Saya melaporkan juga ke Citibank karena pada billing bulan Mei 2008 tagihan sudah tercatat dan sudah dibayarkan oleh Citibank ke Esia.

Masalah saya ditindaklanjuti oleh Ibu Binu yang menjelaskan bahwa ada kesalahan sistem dari Esia sehingga Citibank tidak mendapatkan tagihan bulan-bulan sebelumnya. Namun, saat saya minta surat konfirmasi tertulis dari Citibank bahwa tidak ada tagihan dari Esia bulan-bulan sebelumnya, Citibank tidak bersedia mengeluarkan.

Saya pernah melaporkan kasus tersebut ke layanan pelanggan Esia (melalui Bapak Ardy dan Bapak Bobby), dan mereka bingung ada tagihan yang melewati batas kredit saya yang hanya Rp 750.000. Lie Se Chiang Jalan Kemenangan VII Nomor 54, Jakarta

Penyimpanan Produk Wong Coco

Terkait dengan surat di Kompas (4/5) ”Jelly Sari Kelapa Berjamur” yang disampaikan oleh Bapak Muljadi, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Kami sudah mengunjungi Bapak Muljadi dan menelusuri keluhan yang disampaikan.

Kepada konsumen My Jelly diimbau agar lebih hati-hati menyimpan produk tersebut. Semua produk Wong Coco diproduksi dengan menerapkan sistem ISO 9001-2000 dengan kendali mutu yang sangat ketat. Komitmen kami: selalu memproduksi produk berkualitas dan higienis. MARTINUS SEMBIRING Public Relations Manager PT Keong Nusantara Abadi

Pelanggan Korban Penertiban PLN

Dengan alasan penertiban, petugas PLN memeriksa dan membuka segel meteran listrik saya dan menyita MCB karena mencurigai tidak sesuai/melanggar ketentuan. Ia meninggalkan surat agar saya datang ke kantor PLN di Sunter, Jakarta Utara, untuk menyaksikan pemeriksaan/tera MCB dimaksud. Petugas memasang MCB pengganti tanpa segel.

Setelah menyaksikan tera MCB itu keesokan harinya dan pihak PLN menyatakan tidak ada masalah, saya diberi surat untuk diantar ke kantor PLN di kawasan Kapuk, Jakarta, mengurus penyegelan kembali MCB. Di sana ternyata saya diharuskan membayar pengganti MCB dan lain-lain sebesar Rp 130.000.

Setelah menunggu sekitar satu minggu sejak pembayaran (25 Maret 2008), tidak ada petugas PLN yang datang. Saya kembali bertanya di kantor PLN Kapuk dan memperoleh penjelasan bahwa barang tersebut belum ada. Mengherankan cara kerja PLN, konsumen direpotkan dan diharuskan membayar.

Keluhan ini sudah disampaikan melalui pusat pemanggilan PLN 123, dan sudah diterima (Nomor CC 0787 tertanggal 11 April 2008) dan (Nomor CC 0791 tanggal 17 April 2008). Sampai saat ini belum ditanggapi. BUDI DERMAWAN Taman Harapan Indah Q 31 Jelambar Baru, Jakarta

Janji Palsu Kartu Kredit BNI

Pada tanggal 25 Maret 2008 saya menerima SMS dari collector kartu kredit BNI (Henry). Katanya, sekitar akhir Februari dan Maret dia telah datang ke rumah saya. Melalui SMS itu, yang bersangkutan menjelaskan, berkas permohonan keringanan saya sudah masuk ke BNI.

Untuk pelunasan tagihan kartu kredit Master (5489 8888 0292 4883), saya diminta membayar Rp 5 juta, dan Rp 3,5 juta untuk Visa (4105 0400 0295 7837) tanggal 26 Maret 2008 sebelum pukul 12.00.

Dengan itikad baik menyelesaikan tagihan tersebut, pada tanggal 26 Maret 2008 sekitar pukul 08.00 saya datang ke BNI Kota, Jakarta, untuk pelunasan tersebut dan bertemu dengan Bapak David. Namun, saat pertemuan itu, saya terkejut karena angka pelunasan tersebut bukan seperti yang disebutkan lewat SMS. Menurut Bapak David, angka sebenarnya adalah Rp 5,3 juta dan Rp 9 juta. Mendengar penjelasan tersebut, saya sangat kecewa.

Dengan perasaan heran dan bercampur kesal saya menunjukkan bukti SMS yang saya terima. Dengan tenang, yang bersangkutan mengatakan bahwa informasi tersebut salah. Informasi dari dialah yang paling benar.

Menerima jawaban tersebut, saya tidak puas. Saya mempersoalkan mana mungkin seorang collector yang sudah datang ke rumah saya memiliki data saya, tetapi bisa salah informasi untuk pembayaran kartu kredit saya. Bagaimana kredibilitas informasi yang disampaikan oleh petugas bank besar nasional seperti BNI? Taufiq Rahman KKDR Sekt Anggrek-3 Sukmajaya, Depok

Tarif XL Murah Luar Negeri

Saya pemakai kartu seluler XL (0818493xxx) tertarik dengan promosi XL yang menawarkan telepon ke luar negeri dengan tarif murah. Menurut promosi, tarif adalah Rp 10 per detik antara lain ke Amerika Serikat (AS). Tertarik dengan promosi tersebut, tanggal 17 Februari 2008 saya melakukan hubungan telepon ke Hawaii dengan menekan 010001808772xxx dengan percakapan berlangsung sekitar 28 menit.

Pada tagihan ternyata pembicaraan itu dikenai biaya Rp 63.275, berarti sekitar Rp 2.250 per menit, tidak sesuai dengan promosi yang dijanjikan Rp 600 per menit. Tanggal 31 Maret 2008 saya ke Galeri XL di Mall Kelapa Gading, Jakarta, untuk komplain harga ini. Komplain diterima oleh Saudari Reni dan dijanjikan akan menelepon ke hand phone saya mengenai selisih biaya tersebut.

Tanggal 4 April 2008 sekitar pukul 16.45 Saudari Reni menghubungi saya dengan memberi tahu bahwa saya menelepon ke Hawaii dan tidak termasuk ke dalam negara AS sehingga tarif Rp 10 per detik tidak berlaku. Sungguh terkejut saya mendengar jawaban tersebut karena itu jelas melecehkan AS jika Hawaii dibilang tidak termasuk dalam AS.

Hawaii adalah negara bagian AS. Obama saja bisa mencalonkan diri jadi presiden karena dia dilahirkan di Hawaii dan sebagian syarat seorang presiden harus lahir di Amerika. Bagaimana jika ada orang asing bilang Bali tidak termasuk Indonesia? Apa bisa kita terima? Mengapa dalam promosi tidak dicantumkan kalau ada kecuali untuk Hawaii? Hawaii adalah negara bagian ke-50 AS. Basuki Hidajat Legenda Wisata D 1873, Gunungputri, Bogor

Selisih Harga Diganti

Sehubungan dengan surat di Kompas (24/4) ”Teliti Belanja di Carrefour” yang disampaikan oleh Ibu Dwi Lestari perlu dijelaskan, pihak Carrefour Lebak Bulus, Jakarta, telah menghubungi Ibu Dwi Lestari untuk menyelesaikan permasalahan.

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan, dan sudah mengganti selisih harga. Permasalahan sudah diselesaikan secara internal sesuai dengan prosedur yang berlaku. Retha Dotulong Communications Manager PT Carrefour Indonesia

Biaya Kirim Dikembalikan

Terkait dengan surat di Kompas (25/4) ”Pelayanan Tiki Mengecewakan” yang disampaikan oleh Bapak Monte Luigi perlu disampaikan, kami sudah menyelesaikan permasalahan dengan yang bersangkutan pada tanggal 30 April 2008 berdasarkan kesepakatan bersama, yaitu dengan pengembalian biaya kirim.

Pihak pengirim menyatakan, permasalahan sudah selesai. Mohon maaf atas ketidaknyamanan. Wahyudi Public Relation Supervisor PT Citra Van Titipan Kilat

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort