Selasa, 2 Desember 2008
China Siaga Satu Setelah 22 Orang Tewas
Minggu, 4 Mei 2008 | 00:51 WIB

 

 

 

Beijing, Sabtu - Departemen Kesehatan China menyatakan negara dalam keadaan siaga satu. Peringatan ini disampaikan setelah 22 warga tewas akibat wabah penyakit tangan, kuku, dan mulut. Wabah itu secara perlahan berjangkit dari satu wilayah ke wilayah lain.

Demikian peringatan yang disampaikan lewat situs Departemen Kesehatan China, Beijing, Sabtu (3/5). Peringatan siaga satu itu merujuk pada desakan agar badan-badan kesehatan di seluruh negeri meningkatkan pemantauan atas wabah tersebut.

Kewaspadaan muncul setelah wabah penyakit tangan, kuku, dan mulut dipicu virus bernama Enterovirus 71 (EV-71), yang berjangkit di kota Fuyang, Provinsi Anhui, China bagian tengah.

Para petugas kesehatan diminta turun ke lapangan untuk mencari lokasi wabah. Mereka diminta memberi petunjuk soal pencegahan penyebaran EV-71, terutama di tempat-tempat yang banyak anak-anak.

Virus tersebut biasanya menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun dan pada umumnya merebak antara musim semi dan musim panas. ”Para dokter telah diperintahkan mencari pasien yang berpotensi terserang virus itu ketimbang duduk saja,” kata Wakil Menteri Kesehatan China Liu Qian.

Wabah EV-71 ini sudah merebak pertengahan Maret lalu di kota Fuyang, tetapi baru diketahui pada akhir April. Umumnya menyerang anak-anak di bawah usia 10 tahun. EV-71 biasanya menyerang saraf, otak, dan jantung dengan risiko mematikan jika terlambat diatasi. Pasien yang selamat dari serangan kemungkinan mengalami gangguan mental dan perkembangan saraf.

Gejala orang yang terserang EV-71 adalah badan demam, mulut luka, bagian badan tertentu seperti melepuh, dan pikiran gelisah. Menurut National Center for Infectious Diseases, AS, EV-71 tidak fatal jika cepat diantisipasi. Penyebaran terjadi lewat sentuhan dengan cairan (lendir, getah, ingus) dari orang yang terjangkit. Virus ini tidak sama dengan virus penyebab penyakit mulut dan kuku yang biasanya menyerang ternak.

Departemen Kesehatan China mengingatkan, kasus EV-71 tahun ini akan lebih banyak dari tahun lalu, yang biasanya memuncak pada Juni dan Juli setiap tahun.

Hingga Kamis malam sebanyak 3.321 kasus EV-71 dilaporkan terjadi di Fuyang. Dari kasus itu, sudah 22 orang tewas, sebanyak 978 orang masih dirawat di rumah sakit, dan 58 orang dalam kondisi kritis.

Wabah EV-71 juga sudah didapati pada hari Jumat yang menyerang bayi berusia 18 bulan dan sudah meninggal di kota Foshan di selatan Provinsi Guangdong.

Belum ada vaksin atau terapi spesifik untuk mencegah EV-71. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lingkungan yang sehat, bersih, disinfektasi lingkungan merupakan cara terbaik mencegah penyebaran EV-71. Hal itu kini sedang dilakukan China. (REUTERS/AP/AFP/MON)

A A A
BERITA TERPOPULER

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort