Kartika: Saya Tidak Pernah Ajukan Mundur dari IB
Jakarta, Kompas - Karateka Kartika Ekawati menyatakan tidak pernah mengajukan permintaan mundur dari Program Indonesia Bangkit. Sampai sekarang pun, bila diberi kesempatan, dirinya bersedia berlatih di IB tetapi tetap diberi kesempatan melanjutkan kuliah secara bersamaan.
"Tak benar bila saya dikatakan mengajukan mundur. Satu- satunya surat yang saya ajukan kepada KONI hanyalah permintaan melanjutkan kuliah dan KONI menyatakan setuju," ujar Kartika ketika dihubungi di Yogyakarta, Sabtu (12/3).
Seperti diberitakan, Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia telah mencoret Kartika dari daftar nama atlet IB. Hal itu disebabkan Kartika berada di Yogyakarta dan tak memiliki pelatih sesuai dengan keinginan PB Forki (Kompas, 3/2/2005).
Sumber Kompas menyebutkan, pencoretan Kartika lebih disebabkan sentimen salah seorang pengurus teras PB Forki. Sebelum mencoret, pengurus teras itu menyatakan bahwa dia telah menerima permintaan Kartika mundur dari IB.
Kartika terkejut dengan informasi itu. Dengan tegas, ia menyatakan, selama berlatih di Jakarta sampai sekarang di Yogyakarta, petinggi PB Forki yang dimaksud itu tak pernah sekali pun menghubunginya.
Fenomena Kartika adalah dilema klasik olahraga Indonesia. KONI maupun induk organisasi karate yang seharusnya mendukungnya ternyata tak mampu menentukan sikap yang menguntungkan atlet.
Kartika (18) adalah juara nasional karate Piala Mendagri (yunior) Desember 2004 dengan tiga gelar, yakni kelas +60 kg, juara antarkelas (the best of the best kategori yunior dan kadet), serta juara kategori kata.
Menurut pelatih kepala tim karate IB, Ahmad Budu, Kartika memiliki talenta dan postur tubuh yang nyaris sempurna untuk seorang karateka. Dengan sentuhan benar, Kartika hanya tinggal menunggu waktu meraih prestasi di tingkat Asia atau dunia.
Sayangnya, Kartika nyaris dikeluarkan dari Universitas Gadjah Mada, tempatnya menimba ilmu. Hal itu disebabkan dia telah cuti kuliah selama satu semester dan peraturan UGM melarang anak didiknya cuti lebih dari satu semester.
KONI pernah mengusulkan agar Kartika tetap kuliah di Yogyakarta, sementara keperluan pelatih dikirim ke sana. Bahkan, sempat pula muncul usulan, Kartika akan dikirimi pelatih asing atau Kartika sepekan sekali berangkat ke Jakarta serta diberi kesempatan menumpang kuliah di Universitas Indonesia, Jakarta.
Namun, dua bulan berlalu, tak ada realisasi janji-janji KONI itu. Malah, PB Forki mencoret Kartika dari daftar altet IB dan menggantikannya dengan karateka lain. (SAH)